1 Juta UMKM di Jawa Barat Ditarget Dapat BLT BBM

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 06:00 WIB
Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM (Foto: Dok. Pertamina)
Bandung -

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat menargetkan 1 juta UMKM bisa mendapat subsidi BLT BBM. Diskuk saat ini masih mendata ulang jumlah UMKM di Jabar yang bakal menerima bantuan subsidi yang disalurkan untuk kebutuhan tambahan modal tersebut.

Kepala Diskuk Jawa Barat Kusmana Hartadji menjelaskan, bantuan subsidi UMKM merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan No 137/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022. Setiap penerima, nantinya akan mendapat bantuan tunai Rp 600 ribu dalam sekali pencairan.

"Saya minta sebetulnya targetnya 1 juta untuk tahun ini, tapi waktunya kan sebentar. Kemarin yang baru masuk sekitar 436 ribu (daftar penerima). Soalnya, jumlahnya itu harus didata lagi," kata Hartadji kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).


Ia menerangkan, pendataan penerima bantuan UMKM dibutuhkan supaya tidak ada data penerima ganda di lapangan. Diskuk perlu memadukan data tersebut dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Dinsos maupun data penerima BLT untuk nelayan.

"Tahun ini masih dibahas mengenai juknisnya. Karena bantuan untuk UMKM mah kan bantuan permodalan yah, bukan untuk kebutuhan hidup. Makanya, kalau yang lain mah dibagi tahapannya, kalau kita mah langsung Rp 600 ribu," ucapnya.

"Nah dari data ini, akan kita gabungkan. Apakah itu (UMKM) sudah menerima dari DTKS atau enggak, karena memang kita datanya sudah satu data," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pemprov menganggarkan Rp 50 miliar untuk anggaran BLT BBM yang bersumber dari APBD. Dana itu berasal dari 2 persen APBD yang memang selaras dengan Peraturan Menteri Keuangan No 137/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022.

"BLT kita sekarang naikkan dari tadinya 27 (Rp 27 miliar) menjadi 50 (Rp 50 miliar). Plus Rp 50 miliar sebelumnya untuk dampak inflasi. Jadi total sebenarnya Jawa Barat untuk pengendalian inflasi dan BLT itu Rp 100 miliaran, yang Rp 50 miliar untuk pengendalian inflasi yang tidak langsung kayak operasi pasar dan lain-lain itu ya, yang Rp 50 miliarnya langsung," kata Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.

(ral/iqk)