Sisa Umur Matahari Menurut Ilmuwan

Sisa Umur Matahari Menurut Ilmuwan

Tim detikInet - detikJabar
Rabu, 14 Sep 2022 10:32 WIB
Foto Matahari
Foto Matahari (Foto: @cosmic-background)
Jakarta -

Ilmuwan menyebut Matahari saat ini berusia sekitar 4.570 juta tahun. Komposisinya masih stabil. Namun, ada penelitian yang telah menentukan waktu Matahari akan mati.

Dikutip dari detikInet, dilaporkan dari The Cleveland American menyebutkan, basis data yang berisi sifat intrinsik ratusan ribu bintang, menjadi dasar yang mungkin bagi para ilmuwan untuk memprediksi matinya Matahari.

Dalam basis data, terdapat juga data misi Gaia European Space Agency (ESA), yang mengontrol kecerahan dan warna bintang yang terlihat dari Bumi. Butuh kerja keras untuk mengubah data ini untuk menjadi properti khusus.


The Cleveland American menyebutkan Matahari saat ini memiliki sekitar 4,57 miliar tahun kehidupan. Matahari berisi file konfigurasi hang stabil dan penggabungan hidrogen menjadi helium.

Kemudian, yang kedua adalah permukaan Matahari sekitar 6000K. Tim Orlag Crevi, dari Observatorium Côte d'Azur di Prancis menganalisis semua data Gaia. Tujuannya demi mendapatkan sampel bintang yang murni dengan ukuran resolusi tinggi.

Semua data dianalisa para ilmuwan. Kemudian menggambar diagram Hertzsprung-Russell (HR), mereka menentukan bagaimana suhu dan kilau Matahari akan bervariasi saat Matahari makin dewasa.

Ilmuwan menentukan Matahari akan mencapainya. Suhu maksimumnya sekitar 8000 juta tahun. Mereka menyebutkan Matahari akan mendingin dan bertambah besar.

Berikutnya, ia menjadi bintang raksasa merah antara 10-11.000 juta tahun yang lalu. Setelah itu, dia akan mencapai akhir hidupnya, menjadi bintang kerdil (katai) putih yang samar.

Ilmuwan mengatakan, untuk saat ini tak perlu khawatir, karena bintang kita masih berumur sekitar 11.000 juta tahun lagi.


Artikel ini telah tayang di detikInet dengan judul Ilmuwan Prediksi Sisa Umur Matahari. Baca selengkapnya di sini.

(iqk/iqk)