Cerita Menegangkan Saat Udes Diterkam hingga Duel dengan Macan Kumbang

Cerita Menegangkan Saat Udes Diterkam hingga Duel dengan Macan Kumbang

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 10 Sep 2022 14:49 WIB
Udes, warga yang diserang macan tutul di Sumedang.
Udes, warga yang diserang macan kumbang di Sumedang (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Sumedang -

Hari itu jadi hari yang paling menakutkan bagi Udes Saepudin (32). Udes diterkam oleh seekor macan tutul Jawa atau macan kumbang. Terkaman hewan buas itu membuatnya mengalami luka yang cukup parah.

Peristiwa menakutkan itu terjadi pada Rabu (7/9/2022) di Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Udes yang saat itu sedang bekerja di kebun untuk menanam buah alpukat, dikejutkan oleh kehadiran seekor macan.


Saat itu Udes menuturkan melihat seekor macan kumbang berwarna hitam sedang memangsa hewan ternak milik warga. Tanpa disangka-sangka, hewan buas itu langsung menyerangnya.

"Awalnya saya lagi kerja di kebun tiba-tiba ada macan nyerang ternak, tiba-tiba nyerang saya," kata Udes saat ditemui di kediamannya, Sabtu (10/9/2022).

Udes menceritakan, saat diserang oleh macan kumbang itu dirinya mencoba melawan untuk melepaskan diri. Namun tenaga macan itu terlalu kuat untuk ia seorang diri.

Ia sampai-sampai terpental hingga kepalanya membentur batu. Di saat itu kata dia, datang rekannya Adi (38) yang berusaha menolong Udes. Namun Adi juga diserang oleh macan yang ukurannya sebesar domba itu.

"Saya bela diri, dari pada jadi korban. Bela diri sekuat tenaga," ungkapnya.

Tajamnya taring macan serta suara auman hewan itu masih teringat jelas dibenak Udes. Udes tak pernah menyangka akan berhadapan langsung dengan macan kumbang.

"Nggak pernah nyangka, itu mukanya (macan) pas di depan muka saya," ingat Udes.

Meski sudah menyerang dua orang, Udes dan Adi, macan itu masih bringas. Di saat bersamaan datang lagi rekan keduanya, Didin yang juga menjadi sasaran keganasan macan kumbang tersebut.

"Pertama nyerang saya dulu, terus datang teman saya (Adi), diserang juga. Lalu datang lagi Didin, sama diserang juga kita bertiga," ujarnya.

Ketiganya lantas mencoba melawan balik macan kumbang itu. Udes dan Didin lalu memiting leher macan itu dan membawanya ke sungai. Mereka kemudian menenggelamkan macan yang terus menyerang itu ke dalam air.

"Dimasukin ke air, tenggelam (mati)," ucap Udes.

Akibat serangan itu, Udes dan dua temannya mengalami luka-luka. Namun luka yang dialami Udes paling parah. Ia harus mendapat delapan jahitan di bagian kepala dan pelipis mata kanannya. Udes pun sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Delapan titik (jahitan) semuanya sama kepala. Pelipis aja (sobek) gak kena kornea mata untungnya," ujarnya sambil menunjukkan perban yang membalut luka di kepalanya.

Peristiwa mengerikan itu membuat Udes yang sudah delapan bulan bekerja di kebun alpukat trauma. Ia sendiri mengaku tak tahu kapan akan kembali bekerja disana.

"Ada perasaan trauma takut kalau ke kebun," ujarnya.

(bba/mso)