Pasien di Tasik Alami Gejala Mirip Cacar Monyet, Dinkes: Masih Diselidiki

Pasien di Tasik Alami Gejala Mirip Cacar Monyet, Dinkes: Masih Diselidiki

Faizal Amiruddin - detikJabar
Jumat, 09 Sep 2022 18:00 WIB
Monkeypox new disease dangerous over the world. Patient with Monkey Pox. Painful rash, red spots blisters on the hand. Close up rash, human hands with Health problem. Banner, copy space. Painful rash, red spots blisters on the hand. Close up Allergy rash, human hands with dermatitis and Health problem. Ill eczema skin of patient. Viral Diseases. Red rashes on the palm. Enterovirus. coxsackie
Ilustrasi cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Demidiuk).
Tasikmalaya -

Seorang pasien RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya ditempatkan di ruang isolasi. Hal itu dilakukan menyusul gejala penyakit yang diderita pasien tersebut mirip cacar monyet alias monkey pox.

"Belum, masih diselidiki bahkan suspect cacar monyet juga belum," kata Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya Asep Hendra, Jumat (9/9/2022).

Langkah menempatkan pasien di ruang isolasi menurut Asep sebatas antisipasi untuk pencegahan penularan. "Tim epidemiologi sedang turun untuk menyelidiki pasien tersebut," kata Asep.


Penyelidikan dilakukan untuk mengumpulkan berbagai data riwayat pasien tersebut. Mulai riwayat perjalanan, kondisi kesehatan dan data pendukung lainnya. "Setelah datanya diperoleh kemudian akan dilakukan pengambilan sampel," kata Asep.

Dia mengatakan penyakit cacar monyet memiliki gejala yang mirip dengan cacar air, cacar api dan cacar lainnya. "Kan gejalanya mirip, jangan-jangan hanya cacar air biasa. Jadi kita harus hati-hati," kata Asep.

Dia juga enggan memberikan gambaran umum pasien tersebut karena belum jelas pasien cacar monyet. "Nanti kalau datanya sudah lengkap kami rilis," kata Asep.

Dia mengimbau untuk mengantisipasi penularan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala cacar, sebaiknya untuk sementara tinggal terpisah. Ini adalah upaya untuk mengantisipasi kontak antara kulit orang sehat dengan lesi penderita.

"Sejauh yang saya tahu, penularan cacar monyet terjadi akibat kontak yang sangat erat. Jadi menular kalau lesinya nempel ke kulit orang sehat. Jadi antisipasinya 3M juga," kata Asep.

Menjaga jarak dan menghindari kerumunan menurut dia sudah efektif untuk menghindari penularan cacar monyet.

Meski demikian Asep menegaskan masyarakat tak perlu panik dalam menyikapi penyakit ini. Kebiasaan yang sudah berjalan dalam melawan COVID-19 dipandang efektif untuk menghindari penularan penyakit ini.

"Upaya preventif melawan COVID-19 sebenarnya berlaku general. Misalnya kebiasaan cuci tangan, virus yang nempel di kulit akan mati kalau dicuci dengan sabun. Jadi tak usah panik," kata Asep.

(mso/mso)