Pelajar SMP Garut yang Diduga Dianiaya Teman Alami Trauma Berat

Hakim Ghani - detikJabar
Jumat, 19 Agu 2022 10:55 WIB
Ilustrasi bullying
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Garut -

Pemda Garut bakal membawa pelajar yang diduga menjadi korban perundungan ke psikiater. Hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami trauma berat usai diduga disiksa dua orang temannya di sekolah.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut Diah Kurniasari mengatakan, sudah mengunjungi korban pada Kamis (18/8/2022) kemarin. Hasilnya, korban berinisial M (13) diketahui mengalami trauma berat.

"Kami melihat korban dalam kondisi belum bisa diajak berkomunikasi karena diduga mengalami trauma berat dan tidak fokus," kata Diah kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).


Diah mengatakan pihaknya menggandeng psikolog untuk memeriksa kondisi sang anak lelaki tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, sang anak belum bisa diajak untuk berbicara dan mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.

Pihak P2TP2A, kata Diah, berencana untuk melakukan pendampingan. Tim psikiater juga dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan kepada korban pada Jumat siang ini.

"Setelah nanti hasil pemeriksaan psikiater didapatkan, kami akan melakukan langkah-langkah pemulihan korban dengan pengawasan psikiater dan psikolog," ujar Diah.

Diberitakan sebelumnya, aksi perundungan dikabarkan menimpa seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Cikajang, Garut pada Rabu (10/8) lalu.

Menurut Kapolsek Cikajang Iptu Sularto, kejadian tersebut bermula dari aksi saling ejek yang dilakukan korban M dengan dua orang temannya yakni F dan L di dalam kelas.

"Awalnya dari bercanda anak-anak, saling ejek. Tapi akhirnya jadi serius," kata Sularto.

Aksi saling ejek tersebut menjurus ke pertikaian kemudian. Sularto mengatakan, F dan L diejek sering berciuman dengan pacarnya. Sedangkan korban diejek kerap merokok. Ketiganya kemudian bertikai. Korban diduga dibenturkan ke meja dan dicekik.

"Dari hasil pendalaman kami, memang ada tindakan kekerasan. Ditarik dasinya kemudian digampar," ucap Sularto.

M diketahui pingsan saat kejadian tersebut berlangsung. Sularto menambahkan, berdasarkan hasil pendalaman, M diduga kuat tak sadarkan diri usai kejadian lantaran penyakit bawaan yang diderita.

"Korban ini memiliki riwayat penyakit asma. sehingga diduga menjadi penyebab pingsannya," katanya.

(mso/mso)