Ridwan Kamil Ungkap Fakta Gubernur Pertama Jabar

Sudirman Wamad - detikJabar
Jumat, 19 Agu 2022 10:00 WIB
Sidang pariputna HUT ke-77 Jabar di DPRD Jabar.
Sidang pariputna HUT ke-77 Jabar di DPRD Jabar. (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Bandung -

Hari ini, Jumat 19 Agustus 2022, Provinsi Jawa Barat (Jabar) berusia 77 tahun. DPRD Jabar pun menggelar rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Jabar.

Sejarah awal berdirinya Jabar dibacakan saat rapat paripurna itu. Singkatnya, pada 19 Agustus 1945, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam Sidang tanggal 18 Agustus 1945 menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Sidang itu pula, Soekarno dan Moh. Hatta terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Selanjutnya, PPKI membentuk Panitia Kecil yang oleh Otto Iskandar Di Nata. PPKI ditugaskan menyusun rencana mengenai hal-hal yang perlu segera mendapat perhatian Pemerintah Republik Indonesia.


Pada 19 Agustus 1945, Panitia Kecil menyampaikan empat usulan masalah, yaitu urusan rakyat, pemerintahan daerah, pimpinan kepolisian, dan tentara kebangsaan. Masalah pemerintahan daerah memperoleh perhatian utama, mengingat secara politis kemerdekaan negara Indonesia masih memerlukan dukungan dari rakyat di daerah-daerah dan pengakuan dari negara-negara lain.

Usulan masalah pemerintahan daerah tersebut dirundingkan dalam rapat PPKI tanggal 19 Agustus 1945, antara lain dengan kesimpulan untuk sementara waktu, daerah Indonesia dibagi kedalam delapan Provinsi, masing-masing dikepalai gubernur atau keresidenan. Di Jabar, residen pertamanya adalah R. Sutardjo Kartohadikusumo.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam sambutannya mengulas secara singkat penunjukan R. Sutardjo Kartohadikusumo sebagai gubernur pertama. Ridwan Kamil menjelaskan Sutarjo merupakan pemimpin pertama di Jabar yang berlatar belakang Jawa.

"Jadi, Gubernur Jabar pertama adalah Jawa. Ini menandakan masyarakat Jabar yang egaliter," kata Ridwan Kamil dalam sambutannya, Jumat (19/8/2022).

Sekadar diketahui, Sutardjo lahir pada 1892 dan wafat pada 1976 dalam usia 84 tahun. Sutardjo Kertohadikusumo memang tak lama menjabat sebagai Gubernur Jabar. Ia menjabat saat Provinsi Jabar dinyatakan sebagai bagian dari Republik Indonesia pada 19 Agustus 1945. Kemudian, lengser dari Jabatannya pada Desember 1945.

Gubernur Jabar asal Jateng itu merupakan bagian dari Partai Indonesia Raya atau Parindra. Partai bersejarah yang didirikan oleh Budi Oetomo.

(sud/orb)