Pawai HUT RI di Garut Berujung Ricuh!

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 17 Agu 2022 21:56 WIB
Tangkapan layar ricuh
Tangkapan layar ricuh (Foto: Istimewa)
Garut -

Dua kelompok warga terlibat bentrok saat pawai merayakan HUT RI ke-77 di Garut. Kejadian diduga dipicu kelakuan seorang peserta yang salah rangkul orang.

Aksi keributan antar dua kelompok warga di Garut saat merayakan HUT RI ke-77 jadi perbincangan. Videonya beredar di media sosial. Seperti dilihat detikJabar, Rabu (17/8/2022) malam, dalam video tersebut, terlihat kerumunan warga saling baku hantam.

Terlihat dalam video tersebut perkelahian dilakukan sejumlah lelaki dari dua kelompok yang berbeda. Peserta lain tampak berupaya memisahkan, tapi gagal.


Kedua kelompok masyarakat tersebut diketahui tengah melaksanakan karnaval atau pawai memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia. Diketahui dari sejumlah barang yang dilihat peserta lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung di kawasan Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, Garut Rabu pagi. Saat kejadian itu, diketahui ada dua warga dari dua rukun warga (RW) berbeda yang tengah melaksanakan pawai tujuh belasan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintahan setempat terkait kejadian tersebut. Namun, Kepala Desa Karangmulya, Edi Tito angkat bicara dalam sebuah rekaman video.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Polres Garut itu, Edi Tito mengatakan kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman di antara dua remaja berinisial F dan E.

Saat kejadian berlangsung, warga dari lingkungan E dan lingkungan remaja F bertemu di titik tersebut saat tengah merayakan tujuh belasan. Saat itu, E diketahui berupaya merangkul F. Sebab, E merasa F adalah temannya sendiri.

"E ini punya teman (kakak F) yang ternyata punya saudara kembar (F). E ini merangkul F yang dikira temannya itu karena mirip," kata Edi Tito dalam video tersebut.

E diketahui merupakan teman saudara kandung F. Namun F mengaku tidak mengetahui itu. Usai dirangkul E, F tidak terima dan keduanya terlibat cekcok. Perkelahian akhirnya tak terhindarkan. Perkelahian merembet dan menyeret para peserta pawai yang lain hingga berujung kericuhan.

Edi Tito mengatakan, pihaknya mengaku tidak menyangka kegiatan tersebut bisa terjadi. Sebab, semula kegiatan tersebut berlangsung aman.

Aksi tersebut kemudian dapat diredam usai petugas dari TNI dan Polri turun tangan. Edi mengaku pihaknya sudah memediasi kejadian tersebut dan kedua belah pihak sudah damai.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat dan netizen yang menonton video viral ricuh. Kami mohon untuk menghapus video tersebut," pungkas Edi Tito.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.



Simak Video "2 Konten Kreator TikTok Sukses Cetak Rekor MURI"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)