Kisah Pahlawan Sukabumi Harun Kabir: Pekik Merdeka di Balik Gubuk

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 17 Agu 2022 19:00 WIB
Harun Kabir pahlawan asal Sukabumi
Harun Kabir pahlawan asal Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Harun Kabir sudah tidak asing lagi bagi warga Sukabumi. Nama pahlawan itu diabadikan sebagai nama jalan di Kota Sukabumi, tepatnya menuju kawasan pasar induk.

Kapten Harun Kabir menurut buku Siliwangi dari Masa ke Masa karya Dinas Sejarah Kodam III, Divisi Siliwangi, didapuk sebagai Kepala Staf Brigade II Surjakantjana yang membawahi Bogor, Cianjur dan Sukabumi.

Pria kelahiran 5 Desember 1910 itu merupakan asisten residen terakhir Bogor di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Pasca proklamasi kemerdekaan, Kapten Harun Kabir mendirikan Laskar Ciwaringin 33.


Yaitu sebuah organisasi perjuangan yang diberi nama berdasarkan alamat rumahnya di Jalan Ciwaringin, Kota Bogor. Sekitar tahun 1946, Laskar Ciwaringin 33 kemudian dilebur menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Harun Kabir kemudian menjadi opsir di lingkungan Brigade II Surjakantjana dengan pangkat mayor. Akan tetapi karena adanya kebijakan dari Markas Besar Tentara di Yogyakarta yang menurunkan satu tingkat pangkat para tentara, maka pangkatnya kemudian diturunkan menjadi kapten.

Dikutip dari Album Sejarah Indonesia Kapten Harun Kabir menjadi target incaran Militer Belanda. Pada Juli 1947 Militer Belanda melakukan Agresinya yang pertama.

Saat itu Kapten Harun sedang bergerilya di daerah Cianjur Selatan. Soekarti (istri Kapten Harun) dan ketiga anaknya Tina (12), Hetty (11), Joyce (4) yang mulanya akan ke Banten untuk mengungsi, kemudian memutuskan untuk menyusul suaminya ke Cianjur.

Pertemuan mereka berlangsung haru biru di tengah suasana perang. Kapten Harun menyuruh sang istri dan anaknya tinggal di sebuah gubuk di sekitar bukit daerah Cioray.

Sementara itu, Kapten Harun melanjutkan perjuangannya melawan Belanda. Ia tak lupa berpamitan dengan keluarganya, memeluk dan menciumi satu per satu anaknya.

Rabu malam, tepatnya pada 12 November 1947, Soekarti dan tiga anaknya kaget bukan kepalang. Harun Kabir datang dibopong oleh dua pengawalnya, yaiti Letnan Dua Arifin Tisnaatmidjaja dan Sersan Mayor Soekardi karena sakit Malaria.

Ia kemudian beristirahat bersama keluarganya. Pada pagi harinya, sekitar pukul 04.00 WIB, gubuk mereka sudah terkepung oleh pasukan Belanda.

Sadar dirinya telah dikepung, Kapten Harun segera memakai seragamnya dan menenangkan sang istri yang mulai khawatir akan nasib mereka.



Simak Video "2 Konten Kreator TikTok Sukses Cetak Rekor MURI"
[Gambas:Video 20detik]