Kabar Internasional

China Hadapi 'Resesi Seks' yang Kian Mengkhawatirkan

Tim detikHealth - detikJabar
Rabu, 17 Agu 2022 21:01 WIB
A Supermoon rises in the night sky in Beijing, Thursday, Aug. 11, 2022. (AP Photo/Ng Han Guan)
Foto: Supermoon di China (AP/Ng Han Guan).
Jakarta -

China dengan populasi sekitar 1,4 miliar diperkirakan akan mencetak rekor terendah angka kelahiran baru tahun ini. Ahli demografi China memperkirakan angka kelahiran baru negaranya hanya akan mencapai di bawah 10 juta. Padahal pada tahun 2021 terdapat 10,6 juta bayi lahir di China.

"Sudah 11,5 persen lebih rendah dari tahun lalu," ucap salah satu pakar di China, dikutip dari Reuters, Rabu (17/8/20222).

Dikutip dari detikHealth, negara Tirai Bambu mengakui negaranya sedang mengalami penurunan demografis. Oleh karena itu, pemerintah setempat menerapkan kebijakan baru pada tahun 2021, yaitu setiap pasangan diperbolehkan memiliki tiga anak. Kebijakan sebelumnya yang berlaku pada tahun 1980-2015 setiap keluarga hanya disarankan memiliki satu anak.


China juga mencoba menerapkan kebijakan lain untuk menanggulangi angka kelahiran yang kian menurun atau bisa disebut 'resesi seks'. China menerapkan kebijakan pengurangan pajak, subsidi asuransi kesehatan, memperpanjang cuti hamil, sampai dengan uang tambahan dan les privat anak.

Terbaru, China mengedepankan kebijakan untuk mencegah aborsi untuk meningkatkan angka kelahiran baru pada Selasa (16/8/2022).

"China akan mencegah aborsi dan mengambil langkah-langkah untuk membuat perawatan kesuburan lebih mudah diakses sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia," kata Otoritas Kesehatan Nasional China, Selasa (16/8/2022).

Pemerintah daerah di China juga diminta untuk meningkatkan layanan perawatan bayi dan tempat kerja yang ramah keluarga sesuai dengan pedoman yang diterbitkan di situs resmi Otoritas Kesehatan Nasional China.

Kemudian juga pihak berwenang setempat menyebut akan terus melakukan promosi kesehatan reproduksi untuk memicu kesadaran masyarakat terkait pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Hal tersebut juga dilakukan untuk mendorong pengurangan aborsi yang tidak dibutuhkan secara medis.

Pada tahun 2021, tingkat kelahiran di China tercatat dengan angka sebesar 1,16 yang mana jauh di bawah standar Organization of Economic Cooperation and Development (OECD), yaitu 2,1. Angka kelahiran tersebut merupakan populasi yang stabil dan termasuk yang terendah di dunia.

(mso/mso)