Geger! Aksi Pasien Bogem Nakes di IGD RS Tasikmalaya

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 23:19 WIB
Tangkapan layar video viral
Tangkapan layar video viral (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Viral sebuah video dari rekaman CCTV menunjukan aksi pemukulan di dalam ruang Instalansi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit di Tasikmalaya. Video yang berdurasi satu menit tujuh detik ini menyebar melalui grup percakapan.

Dilihat detikJabar, tampak dalam video seorang pria berpakaian putih berjalan menghampiri pria yang mengenakan batik merah dengan sarung tangan. Pria berpakaian putih langsung merobohkan kursi dekat pria berpakaian batik yang tengah duduk santai.

Tak lama berselang tangan kanan pria berbaju putih terlihat memukul bagian kepala pria berpakaian batik merah dari samping belakang. Aksi kekerasan tidak mendapat perlawanan, hanya petugas keamanan langsung datang ke lokasi.


Setelah ditelusuri peristiwa ini terjadi di IGD Rumah Sakit Jasa Kartini Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (12/8) lalu. Kekerasan menimpa seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) perawat IGD yang tengah bertugas. Korban berinisial SF. Terduga pelaku merupakan seorang pasien yang datang untuk berobat.

"Jadi informasi yang saya dapatkan ada pasien di Jasa Kartini (JK) masuk ke IGD kemudian diperiksa dan dipasang infus. Pasien minta dirawat inap di VIP kemudian oleh petugas pendaftaran rawat inap diberitahu bahwa untuk kelas VIP kamarnya penuh ada juga kelas tiga yang masih ada kosong kamarnya," ucap Staf Legal Rumah Sakit Jasa Kartini, Hendry saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Dikatakan Hendry, pasien merasa tidak terima dengan perkataan petugas pendaftaran rawat inap. Dia kemudian meluapkan kekesalanya. Tak lama berselang, datang korban SF yang mengingatkan pasien agar hati-hati dengan selang infusan. Di situlah terjadi pemukulan yang terekam kamera pengawas.

"Pasien merasa tidak terima perkataan petugas JK yang bilang itu karena merasa mungkin tersinggung dia ingin di VIP malah ada kelas tiga. Karena memang sudah ditanya nggak ada kamar VIP yang kosong. Yang ada kelas tiga, malah marah-marah. Ketika marah-marah kelihatan sama perawat di sana kemudian mengingatkan pada pasien supaya berhati-hati dengan posisi infus, saat itu terjadilah pemukulan," tutur Hendry.

Pasien yang belum diketahui identitasnya akhirnya tidak jadi di rawat da memilih keluar Rumah Sakit. Pihak RS JK juga mengklaim petugasnya berlaku santun dan tidak menyalahi.

"Ya saya pikir kan tidak ada kata dan cara yang salah yang disampaikan perawat pada pasien," kata Hendry.

Kasus pemukulan perawat ini sudah dilaporkan ke Mapolresta Tasikmalaya selasa petang.

"Jadi setelah koordinasi antara korban, PPNI dan RS ini berkeputusan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Tadi udah sore. Jadi maunya pihak pengadu, PPNI dan RS jadi edukasi bagi masyarakat bahwa jangan lagi terjadi seperti itu karena tenaga kesehatan, dokter, perawat atau bidan kerjanya di bawah sumpah dan tujuannya bantu masyarakat," pungkas Hendry.



Simak Video "Ribuan Nakes di Tasik Demo, Tuntut Diangkat Jadi PPPK"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)