300 Sekolah di Tasikmalaya Rusak, Pemkab Berharap Bantuan Pusat

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 15:48 WIB
Salah satu kondisi sekolah SD di Tasikmalaya yang kondisinya memprihatinkan.
Foto: Sekolah rusak di Tasikmalaya (Istimewa).
Tasikmalaya -

Ratusan bangunan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya dalam keadaan rusak. Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya mencatat setidaknya ada 300 sekolah dasar yang bangunan kelasnya dalam keadaan rusak berat.

Tak jelas kapan kerusakan itu akan diperbaiki, karena Pemkab Tasikmalaya berharap bantuan dari pemerintah pusat.

"Jumlah bangunan SD yang rusak di Kabupaten Tasikmalaya sekitar 300 sekolah. Itu berdasarkan data di Dapodik, yang sudah terdaftar di aplikasi dan menunggu bantuan dari DAK," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Tasikmalaya Dindin Saepudin, Selasa (16/8/2022).


Dia berharap kerusakan bangunan sekolah itu dapat segera dibantu oleh pemerintah pusat, meski harus bertahap. "Kalau sudah masuk aplikasi ya mudah-mudahan bisa segera menerima bantuan," kata Dindin.

Menurutnya untuk rehab atau renovasi bangunan SD itu pihaknya memang mengandalkan bantuan pemerintah pusat. Karena kemampuan APBD Kabupaten Tasikmalaya terbatas.

"Dari APBD ada, tapi sedikit. Tahun ini ada rehab untuk 1 kelas dan pembangunan ruang kelas baru 3 lokal," kata Dindin.

Sedangkan bantuan dari pemerintah pusat tahun ini ada 19 proyek, namun itu tak semuanya rehab sekolah rusak. "Dari DAK ada 19 pembangunan di tahun ini. Tapi tidak semua rehab, di dalamnya ada pembangunan toilet, UKS dan perpustakaan. Kalau rehabnya hanya tiga lokal," kata Dindin.

Dia mengaku tak bisa menentukan target kapan kerusakan bangunan sekolah di Kabupaten Tasikmalaya akan selesai. "Ya sulit, karena setiap tahun terus bertambah sementara ajuan rehab diakomodasi secara bertahap," kata Dindin.

Mengingat panjangnya antrean untuk mendapatkan rehab bangunan sekolah, Dindin mengimbau agar pihak sekolah melakukan perawatan bangunan dengan baik. "Ya kalau ada genting bocor, segera perbaiki. Agar tidak terus meluas jadi kerusakan berat. Perawatan bangunan kan bisa menggunakan dana BOS," kata Dindin.

Sementara itu Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengakui banyak bangunan sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya yang rusak berat.

"Ya kemarin juga saya sempat melakukan kunjungan ke daerah Kecamatan Taraju, Bojonggambir dan Culamega. Ada beberapa SD yang rusak," kata Cecep.

Cecep mengatakan pihaknya sudah memintas Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan dan segera mengajukan bantuan perbaikan ke pemerintah pusat.

"Sekarang kan pengajuan pakai aplikasi, nah Disdik saya minta lakukan pendataan dengan serius. Update terus kondisinya, kemudian harus fair, yang rusak berat dan sudah lama prioritaskan. Jangan sampai yang seharusnya dapat bantuan malah datanya tak diinput," kata Cecep.

Dia menambahkan proses pengajuan online itu penting karena Bappenas mengakses data tersebut untuk mengucurkan bantuan ke daerah.

Mengenai peran Pemkab Tasikmalaya sendiri, Cecep mengatakan anggaran yang dimiliki sangat terbatas. "Total belanja publik kita di APBD 2022 ini hanya Rp 500 miliar. Sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan prioritas yang harus kita biayai," kata Cecep.

Mengenai kewajiban atau komitmen 20 persen APBD untuk pendidikan, menurut Cecep itu sudah terpenuhi namun tidak sampai kepada pembangunan infrastruktur. Karena pembiayaan pendidikan tak hanya soal perbaikan gedung sekolah.

"Pembiayaan sektor pendidikan kan banyak. Misalnya insentif dan lainnya, jadi porsi untuk infrastruktur pendidikan porsinya minim sekali," kata Cecep.

(mso/mso)