Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Gekbrong, Cianjur, Minggu (14/8/2022) lalu. Akibatnya enam orang tewas dan tiga orang luka berat.
Selain kecelakaan tersebut, terjadi beberapa kecelakaan di jalur yang dikenal sebagai 'Jalur Tengkorak' tersebut. Bahkan dua kejadian sebelumnya, memakan korban jiwa hingga belasan orang.
Ada kesamaan dari tiga kejadian itu. Ketiga kecelakaan tersebut dipicu truk yang mengalami remblong.
Berikut tiga kecelakaan maut di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi :
1. Kecelakaan Bangbayang 1 Tahun 2013
Kecelakaan maut yang terjadi pada Februari 2013 ini merupakan yang terbesar sepanjang catatan kecelakaan di Jalur Tengkorak Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kecamatan Gekbrong.
Kecelakaan yang disebabkan truk Fuso yang mengalami rem blong ini menewaskan 16 orang, dengan beberapa korban sempat sulit diidentifikasi lantaran anggota tubuh yang terpisah usai tertabrak dan terseret truk.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu bermula ketika truk Fuso bernomor polisi L 9763 UA melaju dari arah Sukabumi ke Cianjur.
Ketika menempuh jalan lurus menurun diduga rem truk tidak berfungsi. Truk langsung menghantam bagian belakang dua angkot.
Kemudian truk menabrak sejumlah sepeda motor dan rumah. Truk dalam posisi terbalik miring dengan roda kiri di atas. Akibatnya 16 orang tewas seketika di lokasi kejadian.
2. Kecelakaan Bangbayang 2 Tahun 2016
Tiga tahun berselang, kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan tersebut mencapai 10 orang.
Kecelakaan maut yang terjadi di Kampung Bunut RT 03 /RW 06 Desa Bangbayang Kecamatan Gekbrong, Sabtu (30/7) sekitar pukul 09.00 Wib itu berawal ketika sebuah truk bernopol B 9479 GDA melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Cianjur.
Namun saat melaju sekitaran Desa Gekbrong truk mengalami rem blong sehingga sopir pun mulai tidak dapat mengendalikan kendaraannya.
(orb/orb)