Telur Ayam Pecah Laris Manis di Tasik: Jadi Bahan Kue Kering

Deden Rahadian - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 14:32 WIB
Telur pecah jadi buruan konsumen, karena harga komoditas telur naik
Telur pecah jadi buruan konsumen, karena harga komoditas telur naik (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Telur ayam pecah diburu pembeli di Pasar Tradisional Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya saat harga telur ayam merangkak naik ke harga Rp30.500. Telur ayam pecah pun dijual Rp5 ribu per empat butir.

"Ini pecah karena gesekan aja. Kalau yang pecahnya sampai kebuka enggak dijual juga pak paling kita masukin plastik. Kalau pecahnya dikit baru kita jual. Empat buah lima ribu rupiah," kata pedagang telur ayam, Nurhasanah kepada detikJabar, Senin (15/8/2022)

Salah seorang pembeli, Siti Khoerun mengaku memeriksa kebersihan telur pecah yang hendak dibelinya. Ia juga enggan membeli telur ayam yang sudah hilang kulitnya.


"Dibeli yang retak aja tapi kulit telur yang kerasnya masih ada, jadi enggak kebuka banget pak. Insyaalloh masih aman," ujar Siti.

Telur ayam pecah ini biasanya digunakan untuk bahan pembuatan kue basah atau kering. Tapi kadang digunakan sehari-hari untuk membuat telur goreng.

"Biasanya buat makan juga di rumah, tapi yah seringnya untuk buat kue kering atau basah. Kan diambil kuningnya aja. Masih steril juga kebalut putihnya," ucap Siti.

Harga Telur Ayam Naik

Satu kilogram telur ayam dijual Rp30.500 per kilogram. Asalnya, harga telur tersebut dijual antara Rp24.500 sampai Rp25.000 per kilogram. Imbasnya telur pecah menjadi buruan konsumen.

"Kaget pak harganya sampai 30 ribu lebih. Biasanya kan hanya Rp 22 ribu paling mahal Rp 24 ribu per kilogram. Jadi kepaksa ini beli setengah kilo pak, uangnya buat yang lain," kata Rina, salah seorang konsumen di Pasar Singaparna.

Kenaikan harga ini disinyalir akibat pasokan telur di pasar berkurang, sementara permintaan meningkat. Telur ayam digunakan untuk bantuan sosial BPNT alias Bantuan Pangan Non Tunai yang mulai disalurkan.

Selain itu, banyaknya acara syukuran seperti pernikahan di bulan Muharram dan acara HUT RI ke 77 turut menyebabkan harga naik.

"Kalau kita melihat mau pencairan BPNT harga telur ayam suka naik gini. Tambah lagi permintaan banyak buat syukuran nikahan khitan sampai agustusan," ucap salah seorang penjual telur ayam, Nurhasanah di kiosnya.

Imbas kenaikan harga telur ayam ini, telur ayam pecah diburu konsumen. Empat butir telur ayam pecah, dijual lima ribu rupiah.

Meski kurang higienis, konsumen tetap membelinya karena alasan murah.

"Telur pecah laku pisan (sekali) pak. Empat butir lima ribu. lumayan lebih murah," katanya.

(yum/yum)