Edarkan Sabu 1,2 Kg, Penjual Ayam di Tasik Ditangkap Polisi

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 11:56 WIB
Barang bukti sabu 1,2 kilogram di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Barang bukti sabu 1,2 kilogram di Mapolres Tasikmalaya Kota (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Aparat Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota mengamankan seorang pria yang membawa sabu seberat 1,2 kilogram. Tersangka diketahui berinisial YS (48), warga Kampung Pelang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Pria yang berprofesi sebagai penjual ayam aduan dan tukang kayu ini ditengarai sebagai pengedar sabu yang terkoneksi dengan jaringan lintas daerah.

"Penangkapan tersangka dengan barang bukti 1,2 kilogram sabu ini tergolong fantastis untuk ukuran di daerah," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, Senin (15/8/2022).


Aszhari mengatakan sabu 1,2 kilogram tersebut ditaksir memiliki nilai jual Rp 1,8 miliar. Jika sampai beredar, sabu sebanyak itu bisa dikonsumsi oleh 6.000 orang.

"Jadi kita mencegah 6 ribu orang menggunakan sabu ini. Untuk nilainya ditaksir Rp 1,8 miliar dengan asumsi 1 gram Rp 1,5 juta," kata Aszhari.

Dia menambahkan pengungkapan ini diawali dengan serangkaian penyelidikan sebelum akhirnya mengarah kepada tersangka.

"Diduga tersangka sudah beberapa kali mengedarkan beberapa kali, tapi baru tertangkap kali ini. Dapat dibilang dia cukup licin," kata Aszhari.

Kasat Narkoba AKP Ikhwan mengatakan tersangka YS ditangkap pada Kamis 11 Agustus 2022 lalu di rumahnya.

"Awalnya kami menerima laporan di wilayah Pelang itu sering dijadikan lokasi transaksi Narkoba. Lalu kami terjunkan tim untuk menyelidiki," kata Ikhwan.

Polisi kemudian menerima informasi mengenai sosok YS sebagai pengedar. Polisi akhirnya melakukan penggeledahan dan ditemukan tas warna hijau yang berisi 3 bungkus besar sabu dengan berat total 1,2 kilogram. Selain itu diamankan pula timbangan elektrik, bong, ponsel dan lainnya.

Tersangka YS ini mengaku mendapatkan sabu dari seseorang di Jakarta. Dia mengambil barang itu dari daerah Cililitan kemudian dibawa ke Tasik dengan menumpang bus umum. Sabu dia bawa dengan disembunyikan di tas ransel. "Dari Jakarta dia naik bus, sabu dibawa di ransel," kata Ikhwan.

Sampai Tasik dia sempat mengkonsumsi, kemudian bersiap untuk memecah paket besar itu menjadi paket kecil-kecil.

"Sampai Tasik barang itu sempat dia coba. Tersangka positif memakai sabu itu sebelum dipecah, dikemas ulang kecil-kecil. Namun berhasil kami amankan," kata Ikhwan.

Tersangka dijerat pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara.

(yum/yum)