Penjelasan BMKG soal Pesepakbola Tewas Tersambar Petir di Sukabumi

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 23:31 WIB
Violent lightning bolts strike the water off the Dutch coast.
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Meindert van der Haven).
Bandung -

Edi Kurniawan (45) atau Edul tewas tersambar petir saat bermain sepak bola di Lapangan KORPRI, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Di jasad Edul, ditemukan sejumlah luka bakar akibat sambaran petir.

Merespons hal itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu menjelaskan fenomena alam yang terjadi di sana. Dari citra Satelit Himawari memperlihatkan adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Kecamatan Cisaat pada pukul 14:40 WIB hingga pukul 14:50 WIB

Adapun awan Cb ini terjadi dengan suhu puncak awan mencapai antara -56 hingga -62 derajat celcius, dan tinggi awan lebih dari 6 kilometer. Sistem awan Cb dengan ketinggian lebih dari 6 km ini lah yang disebut Rahayu berpotensi menghasilkan sambaran petir dan angin kencang.


"Pada peta sebaran petir tanggal 13 Agustus 2022, dapat dilihat 3 sambaran petir dengan jarak terdekat dari lokasi 6.9075 LS, 106.8962 BT," kata Rahayu dalam keterangan resmi yang diterima detikJabar, Minggu (14/8/2022).

Rahayu memaparkan, dari hasil analisa BMKG, telah terjadi sebaran petir yang terdekat dengan Stadion KORPRI sebanyak 3 kali.

"Ketiga sambaran petir itu terjadi pada pukul 15.11 WIB, 15.25 WIB dan 15.27 WIB," katanya.

Rahayu menjelaskan, sambaran petir pertama terjadi di sebelah barat Stadion KORPRI. Sedangkan 2 petir lainnya terjadi di sebelah barat daya stadion tersebut.

"Dengan jarak antar koordinat di permukaan bumi sekitar 1,97 kilometer, 2,80 kilometer dan 3,11 kilometer," katanya.

Rahayu mengungkap, petir pertama merupakan petir dengan jenis cloud to ground negatif (CG-), sementara petir kedua CG+ dan petir yang ketiga CG-.

"Di tempat terbuka petir akan mencari objek yang tinggi dari daerah sekitarnya, sehingga sangat memungkinkan menyambar korban tersebut," katanya.

Sebagaimana diketahui, Edi Kurniawan atau Edul (45) tewas tersambar petir saat bermain sepak bola di Stadion KORPRI Sukabumi pada Sabtu (13/8/2022). Edul dilaporkan meninggal pada pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Cisaat Resor Sukabumi Kota AKP Deden Sulaeman mengatakan, permainan sepak bola itu merupakan pertandingan persahabatan antara Pepermi FC VS YGS FC. Cuaca di Sukabumi saat pertandingan sedang turun hujan, namun para pemain tak menggubris kondisi tersebut.

Dia mengatakan, pertandingan dimulai tepat pukul 14.30 WIB. Berselang 15 menit dimulai, insiden yang menewaskan Edi terjadi.

"Setelah pertandingan berjalan kurang lebih 15 menit, tiba-tiba petir menyambar dan menghantam korban sehingga korban terjatuh," kata Deden kepada detikJabar, Minggu (14/8/2022).

(ral/mso)