Driver Ojol Bandung Khawatir Kehilangan Penumpang Jika Tarif Naik

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 14:06 WIB
Infografis daftar tarif ojek online (ojol) yang baru naik
Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal
Bandung -

Penerapan tarif baru ojek online batal dilakukan hari ini dan diundur menjadi 29 Agustus 2022 mendatang.

Salah satu driver ojol di Kota Bandung Agus Ramdani (28) mengatakan kenaikan tarif tersebut bisa berdampak berkurangnya penumpang.

"Kenaikan tarif pasti mempengaruhi orderan, pelanggan pasti banyak yang komplen," kata Agus ditemui detikJabar di Jalan Supratman, Minggu (14/8/2022).


Agus mengatakan akhir-akhir ini banyak penumpang yang mengeluh terkait regulasi terbaru meski belum diterapkan. "Bahkan baru-baru ini ada kabar mau naik, udah banyak yang ngeluh, balik lagi ke angkot, balik lagi ke angkot kan gitu," katanya.

Selain itu, Agus juga menuturkan jika tarif dinaikkan harus ditaati oleh seluruh perusahaan ojol, jangan sampai ada perusahaan yang tarifnya beda.

"Kalau naiknya kompak semua aplikasi naik, kan ada Maxim dan In Driver itu murah, kalau misal enggak ikut naik khawatir juga (untuk aplikasi lain). Kalau naik, naik semua," ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Iwan. Dia khawatir jika regulasi ini berlaku berdampak kepada jumlah penumpang.

"Duh kita sekarang baru naik penumpang, jangan sampai turun lagi gara-garat tarif dinaikkan," ujar Iwan.

"Semoga peraturan pemerintah tidak merugikan banyak pihak," tambahnya.

Dari informasi yang dikutip dari detikFinance, Minggu (14/8/2022), tarif ojol sendiri diatur dalam 3 zona berbeda. Tarif terdiri dari biaya jasa dengan batas atas dan bawah, serta biaya jasa minimal per 5 km pertama.

Berikut ini rincian tarif ojek online terbaru berdasarkan KM 564 tahun 2022:

Zona I (Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali)
Biaya jasa batas bawah : Rp 1.850/km
Biaya jasa batas atas : Rp 2.300/km
Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250 sampai Rp 11.500 (sebelumnya Rp 7.000-10.000).

Zona II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi/Jabodetabek)
Biaya jasa batas bawah : Rp 2.600/km (sebelumnya Rp 2.000)
Biaya jasa batas atas : Rp 2.700/km (sebelumnya Rp 2.500)
Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 13.000-13.500 (sebelumnya Rp 8.000-10.000).

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua)
Biaya jasa batas bawah : Rp 2.100/km
Biaya jasa batas atas : Rp 2.600/km
Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 10.500-13.000 (sebelumnya Rp 7.000-10.000).

(wip/iqk)