Catat! Ini 2 Aksesoris yang Haram Dipasang di Mobil Anda

Tim detikOto - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 04:30 WIB
car parking
Ilustrasi mobil (Foto: iStock)
Bandung -

Tak sedikit pemilik kendaraan yang gandrung memodifikasi. Tapi, tahukah bahwa ada beberapa aksesori yang dilarang dipasang dan bisa ditilang jika dilanggar?

Ingin tahu jenis aksesori apa saja yang dilarang dan berujung pada tilang. Berikut penjelasannya.

"Setiap kendaraan bermotor baik roda empat ataupun roda dua dilarang menggunakan perlengkapan atau tanda lain yang dapat membahayakan keselamatan berlalu lintas," jelas Mantan Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, Budiyanto dikutip dari detikOto, Sabtu (13/8/2022).


Budiyanto yang juga kini menjadi pemerhati transportasi dan hukum itu menjelaskan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 58 menyebutkan aksesori yang dilarang.

"Perlengkapan yang dapat membahayakan keselamatan berlalu lintas antara lain di antaranya pemasangan bemper bertanduk dan lampu yang menyilaukan," katanya.

Sementara itu, penggunaan lampu pada bagian belakang mobil sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan pada pasal 106 yang berbunyi:

Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan yang menyinarkan:

a. cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya;
b. cahaya berwarna merah ke arah depan;
c. cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

Adapun, sanksi yang diberikan sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 279 yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Selanjutnya penggunaan sirine atau strobo hanya diperbolehkan untuk kendaraan yang sudah diatur oleh UU No. 22 tahun 2009 tentang LLAJ, mobil warga sipil jelas-jelas tidak diperbolehkan.

"Dalam pasal 59 dijelaskan bahwa untuk kepentingan tertentu ranmor dapat dilengkapi dengan isyarat dan atau sirine," kata Budiyanto.

Bagi yang melanggar pemilik mobil juga bisa dikenakan Pasal 287 Ayat 4 yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(sud/yum)