Jabar Hari Ini: Ancaman Video Mesra Berujung Gadis Cirebon Diperkosa

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 22:00 WIB
Poster
Kekerasan Seksual (Foto: Edi WahyonoK)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Jumat (12/8/2022). Mulai dari pesta remaja di Sukabumi hingga hujan es yang mengguyur Bandung.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

1. Viral! Ibu Geram Rambut Anaknya Dicukur Guru

Viral video di sosial media yang memperlihatkan seorang ibu protes kepada gurunya. Sang ibu tak terima rambut anaknya dipotong semena-mena oleh oknum guru di sekolahnya.


Dilihat detikJabar di akun TikTok @reva.juliany pada Jumat (12/8/2022), seorang ibu terlihat memarahi guru yang ada di sekolah tersebut. Bahkan terlihat ibu dan sang guru saling sahut menjelaskan perihal maksud pemotongan rambut tersebut.

Anak tersebut diketahui merupakan siswa kelas 1 SD yang masih berusia 7 tahun. Hal tersebut yang membuat sang ibu tersebut geram.

"Itu anak kecil Bu, anak 7 tahun kelas 1, ini aturan sekolah, saya ngak peduli, mana kepala sekolahnya," ucap ibu dalam video tersebut.

"Nggak ada nomer saya, tapi pagi sudah saya rapihin poninya sedikit, tapi saya terima oke, tapi dirapihin bu, bukan di kaya gituin," tambahnya.

Sang guru terlihat mencoba menjelaskan pemotongan rambut tersebut merupakan peraturan dari sekolah. Namun ibu tersebut menyangkan karena seharusnya guru berkomunikasi lebih dahulu kepadanya sebelum memotong rambut sang anak.

"Ibu seorang guru, punya wibawa, tinggal WA saya 'Mama tolong udah ingatkan sama Zikri takut Zikrinya nggak nyampein, tolong itu rambutnya dirapiin', bisa Bu kayak gitu. Saya manusia Bu, itu anak 7 tahun baru adaptasi, baru beberapa minggu sekolah, udah dikayakgituin, gimana itu mental anak saya. Siapa yang potong rambutnya bawa sini," tegasnya.

DetikJabar mencoba menghubungi sang ibu yang bernama Reva tersebut. Dalam pengakuannya, Reva mengaku masalah tersebut telah selesai.

"Udah selesai urusannya," ujar Reva.

Ia menyebutkan pihak terkait telah mendatanginya guna mengurus hal tersebut. Bahkan, dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan anak (UPTD PPA) Kabupaten Bandung.

Selain itu, pada Kamis (11/8/2022), pihak kepolisian hingga kecamatan setempat juga sudah mendatanginya.

Dia menambahkan saat ini anaknya telah pindah ke sekolah lain. Meski begitu, Reva enggan menyebutkan sekolah anaknya saat ini dan sekolah sebelumnya.

"Sekarang udah pindah sekolah ke SD deket daerah situ aja. Kalau SD-nya yang kemarin, saya nggak mau ngomongin sekolah mana-mananya. Yang penting masalahnya udah selesai," kata Reva.

Sementara itu, dari informasi yang beredar sekolah tersebut berada di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

2. Video Mesra Diancam Disebar, Wanita Cirebon Diperkosa 3 Orang

Remaja perempuan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat diduga menjadi korban pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan sekelompok pemuda. Remaja perempuan berusia 17 tahun itu diperkosa dan dicabuli oleh pelaku yang berjumlah tiga orang.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton mengatakan, aksi bejat para pelaku itu terjadi di kediaman korban di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada 19 Februari 2022, sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat ini, dua dari tiga pelaku telah diamankan. Keduanya yakni A (26) dan H (22) warga Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Sementara satu pelaku lainnya berinisial C masih buron.

Menurut Anton, sebelum diperkosa dan dicabuli, korban diancam oleh ketiga pelaku. Para pelaku mengancam akan menyebarkan video korban yang sedang bermesraan dengan kekasihnya.

"Sebelum kejadian, korban memang sedang bermesraan dengan pacarnya, kemudian direkam oleh para pelaku," kata Anton, Jumat (12/8/2022).

Korban yang merasa ketakutan videonya bakal disebar dan diberitahukan kepada orang tuanya, akhirnya terpaksa menuruti kemauan dari ketiga pelaku. Korban pun diperkosa oleh para pelaku.

Pelaku A memerkosa korban di dalam kamar korban, kemudian pelaku H memerkosa korban di samping rumah. Sementara pelaku C mencabuli korban.

Dikatakan Anton, perbuatan bejat para pelaku akhirnya terbongkar setelah korban menceritakan hal tersebut kepada orang tuanya.

"Korban melaporkan kepada orang tuanya. Kemudian orang tuanya melapor kepada pihak kepolisian," kata Anton.

Atas adanya laporan tersebut, polisi pun bergerak memburu pelaku. Saat ini dua dari tiga orang pelaku, yakni A dan H telah diamankan dan mendekam di ruang tahanan Polresta Cirebon. Sementara satu pelaku lainnya, yakni C masih dalam pengejaran.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 76 jo Pasal 81 ayat (1) dan atau Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang.

"Para pelaku diancam dengan hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara," kata Anton.

Selanjutnya Yosep Bersurat ke Jokowi hingga Hujan Es Guyur Bandung