Kabar Nasional

Seali Syah Beberkan Percakapan Suami dan Sambo Usai Yoshua Dibunuh

Tim detikNews - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 19:15 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan istri, Seali Syah.
Brigjen Hendra Kurniawan dan istri, Seali Syah. (Foto: dok. Mrs. Seali HK)
Jakarta -

Istri Brigjen Hendra Kurniawan, Seali Syah membeberkan percakapan suaminya dengan Irjen Ferdy Sambo usai kejadian penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Dilansir detikNews, dalam perbicangan dengan detikcom, Seali mengatakan Brigjen Hendra memang sempat datang ke lokasi kejadian pada Jumat (8/7/2022) karena diminta datang oleh Ferdy Sambo secara tiba-tiba.

"Iya ditelepon langsung (oleh Ferdy Sambo). Cuma pada saat itu suamiku posisinya ada di daerah Pantai Indah Kapuk. Pokoknya hari Jumat itu sekitar jam 18.00 WIB atau 19.00 WIB aku lupa, suami aku nelpon, dia bilang 'Mah, Ayah balik ke arah selatan', 'lho kenapa?' 'ada tembak-tembakan di rumah Pak Kadiv, ayah ditelpon' gitu aja," jelas Seali.


Setiba di TKP, kata Seali, suaminya itu langsung berbincang dengan Irjen Ferdy Sambo di garasi dan tak langsung masuk ke rumah.

"Masuk ke dalam pun udah kayak posisi mau diberes-beresin semuanya," katanya.

Seali mengatakan dirinya juga sempat menghubungi salah satu penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.

"Iya sama ceritanya salah satu penyidik 'Izin Mba, saya sampai ke TKP, mereka memperagakan orang-orang di rumah itu kejadiannya seperti apa, terus ya udah 'saya melakukan olah TKP', dinomor-nomorinlah seperti biasa ada Inafis foto dokumen semuanya. Kok nggak ada police line ya Bang? (Seali bertanya ke penyidik), soalnya kasusnya kan penembakan. Terus jawaban dia 'Ya Mba kita kan cuma melati dua kalau diperintah bintang dua untung copot police line-nya kita bisa bikin apa', gitu," beber Seali.

Brigjen Hendra Kurniawan terbukti melanggar etik berkaitan dengan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Dilasir detikNews, selain Brigjen Hendra Kurniawan ada 30 polisi lain yang terbukti melanggar etik.

"Jadi untuk Itsus kan pemeriksaan masih bertambah yang sudah dimintai keterangan ada 56, 31 sudah terbukti melakukan pelanggaran etik karena ketidakprofesionalannya di dalam olah TKP," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Kamis (11/8/2022).

(iqk/iqk)