Respons PPA soal Viral Siswa SD Bandung Rambutnya Dicukur Guru

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 10:29 WIB
Video viral rambut siswa SD dipotong guru.
Video rambut siswa dipotong guru (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan anak (UPTD PPA) Kabupaten Bandung angkat bicara terkait viral video yang memperlihatkan seorang ibu protes kepada gurunya karena tak terima rambut anak dipotong semena-mena.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Bandung, Aang Koswara mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan akan menyelidiki kejadian ini.

"Barusan saya sudah telusuri, ternyata benar itu merupakan warga Margaasih. Tapi pelapor belum bikin berita acara ke kantor, baru laporan ke hotline, jadi beliau belum menandatangi di kantor," ujar Aang, saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).


Untuk saat ini PPA lebih fokus untuk memberikan pendampingan karena korban mengalami gangguan psikis pasca kejadian.

"Tetapi di UPTD sudah masuk ke rumahnya, sudah identifikasi juga, hanya mungkin nanti kelanjutannya kita hasil identifikasi di lihat apa perlu psikolog atau bagaimana untuk penanganan," katanya

"Kita itu lebih pada ke korban, bukan ke kasusnya atau ke pelaku, bukan masalah pelakunya, paling kita lihat kepentingan atau keperluan korban setelah diidentifikasi apakah sang anak psikisnya terganggu atau drop, kalau seperti itu kita tangani dengan konseling psikolog," katanya.

Diberitakan sebelumnya, viral video di sosial media yang memperlihatkan seorang ibu protes kepada gurunya. Sang ibu tak terima rambut anaknya dipotong semena-mena oleh oknum guru di sekolahnya.

Dilihat detikJabar di akun TikTok @reva.juliany pada Jumat (12/8/2022), seorang ibu terlihat memarahi guru yang ada di sekolah tersebut. Bahkan terlihat ibu dan sang guru saling sahut menjelaskan perihal maksud pemotongan rambut tersebut.

Anak tersebut diketahui merupakan siswa kelas 1 SD yang masih berusia 7 tahun. Hal tersebut yang membuat sang ibu tersebut geram.

DetikJabar mencoba menghubungi sang ibu yang bernama Reva tersebut. Dalam pengakuannya, Reva mengaku masalah itu telah selesai secara kekeluargaan.

(iqk/iqk)