Menerka Umur Fosil Diduga Stegodon di Sumedang

Nur Azis - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 10:45 WIB
Fosil diduga tulang rusuk Stegodon.
Fosil diduga tulang rusuk Stegodon. (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Fosil diduga bagian tulang rusuk Stegodon ditemukan di Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang pada Juli 2022. Fosil tersebut diperkirakan berusia 1 juta hingga 1,5 juta tahun.

Penyelidik Bumi dari Museum Geologi Bandung, Unggul Prasetyo Wibowo yang belum lama ini mengunjungi Desa Jembarwangi menjelaskan bahwa tersebut diduga tulang rusuk Stegodon yang diperkirakan berusia kisaran 1 juta sampai 1,5 juta.

"Kalau di desa jembarwangi kemungkinan itu (Stegodon), usianya relatif sekitar 1 juta sampai 1,5 juta tahun," terang Unggul kepada detikjabar, Jumat (12/8/2022).


Unggul menjelaskan, lapisan batuan di lokasi temuan fosil tersebut sudah cukup tua. Dengan lapisan batuan seperti itu, kemungkinan yang hidup disana adalah gajah Stegodon.

"Kalau dilihat dari umur batuannya, belum ada gajah modern, masih gajah yang sudah punah atau Stegodon yang hidup di sana itu," terangnya.

Menurut Unggul, masa itu kawasan Desa Jembarwangi merupakan kawasan estuarin atau lingkungan transisi dari lautan hendak berubah menjadi daratan.

"Di sana saat itu terdapat beberapa muara sungai menuju ke lautan dangkal. Pada masa lingkungan estuarin itu banyak kehidupan di sana dan di sana juga terdapat hutan seperti hutan tropis seperti yang ada di Sumatra," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, fosil hewan purba kembali ditemukan warga di Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Fosil tersebut diduga bagian dari tulang rusuk Stegodon (gajah purba).

Kepala Desa Jembarwangi, Fitriani Dewi mengatakan, fosil tersebut ditemukan warga saat hendak membuka akses jalan menuju kebun pada Juli lalu.

"Warga yang menemukan fosil saat itu hendak membuka akses jalan menuju kebun," ungkap Fitriani kepada detikjabar, Kamis (11/8/2022).

Fitriani memaparkan, lokasi temuan fosil kali ini berbeda dengan temuan-temuan fosil sebelumnya, tepatnya ditemukan di Blok Cirendang.

"Fosil ini jauh dari blok yang lain atau di area baru. Lokasinya cukup jauh dengan lokasi temuan fosil kura-kura yang belum lama ini ditemukan," ucapya.

Ftriani menyebut, patahan-patahan fosil yang ditemukan diduga merupakan bagian dari tulang rusuk Stegodon. Jika dirangkai, fosil tersebut panjangnya lebih dari 30 sentimeter.

"Menurut para peneliti yang belum lama ini berkunjung ke Desa Jembarwangi, patahan-patahan fosil ini diduga bagian dari tulang rusuk stegodon," terangnya.

(orb/orb)