Kala Petani Gotong Royong Renovasi Bendungan yang Jebol di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 01:30 WIB
Petani di Sukabumi perbaiki bendungan secara swakelola.
Foto: Petani di Sukabumi perbaiki bendungan secara swakelola (Istimewa).
Sukabumi -

Puluhan petani secara mandiri bergotong royong bahu membahu memperbaiki bendungan yang jebol akibat bencana alam pada Juli lalu. Diketahui, pada Rabu (27/7) terjadi hujan lebat yang mengakibatkan lima bendungan hancur dan ratusan sawah gagal panen.

Dari lima bendungan yang rusak, baru dua bendungan yang diperbaiki, yaitu bendungan Leuwi Sula dan Cukang Kawung. Sumber pembangunan ulang bendungan itu berasal dari swadaya masyarakat.

Kepala Desa Bojongsawah Mahmud Faisal mengatakan bendungan irigasi yang dibangun tidak secara permanen dicor tembok. Perbaikan itu baru bersifat sementara menggunakan bronjong kawat menggunakan batu tersusun.


"Sebagian besar hasil swadaya masyarakat. Tapi perbaikan irigasi ini juga dibantu dari BPBD Kabupaten Sukabumi yang memberikan bronjong kawat dan batu," kata Mahmud saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Dia mengatakan bendungan yang direnovasi hari ini merupakan irigasi yang vital bagi keberlanjutan lahan sawah para petani. Sehingga, kata dia, perbaikan itu dapat kembali memperlancar ekonomi masyarakat di bidang pertanian.

"Ya semoga aliran air ini bisa kembali normal ke lahan pertanian warga, sehingga bisa bercocok-tanam secara maksimal," ujarnya.

Sekedar informasi, intensitas hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi menyebabkan bendungan jebol. Akibatnya ada ratusan hektare sawah milik warga terendam dan terancam gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Sabanda Sariksa Desa Bojongsawah Sukabumi Endusmuradin mengatakan, ada lima bendungan yang jebol akibat curah hujan tinggi. Kelima bendungan itu berada di sepanjang Sungai Cimuncang.

"Terancam gagal panen, saluran irigasi untuk mengairi lahan pesawahan rusak setelah diterjang banjir. Bendungan yang jebol itu bendungan Cimuncang, Leuwi Oken, Cukang Kaung, Alun dan Bendung Bojongsawah," kata Endusmuradin, Rabu (27/7/2022).

(mso/mso)