Usut Dugaan Sunat Dana PIP di Tasik, Kejaksaan Periksa 1 Saksi

Deden Rahadian - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 11:05 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Foto: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Kasus dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terus bergulir. Penyidik memeriksa seorang pegawai Disdik Jabar sebagai saksi.

"Kemarin betul kami panggil dan periksa orang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, seorang saja sebagai saksi," kata Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Hasbullah saat dihubungi detikJabar, Kamis (11/8/22).

Pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut dimintai keterangan terkait alur pengusulan bantuan Program Indonesia Pintar hingga diterima siswa.


"Terkait dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020 ditingkat SMA/SMK di Kabupaten Tasikamalaya kami periksa pegawai ini untuk mengungkap alur pengusulan bantuan Program Indonesia Pintar sampai uangnya diterima para siswa," kata Hasbullah.

Dugaan pemotongan dana PIP terjadi ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat di Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah 130 sekolah lebih.

Dari informasi awal, besaran potongan mencapai 10 hingga 20 persen dari setiap siswa. Bantuan yang diterima siswa pun beragam, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta rupiah tergantung tingkatan siswa.

Dugaan pemotongan dana PIP itu disinyalir menelan kerugian negara milyaran rupiah.

Program PIP ini diberikan oleh Kementrian Pendidikan melalui rekening siswa. Tetapi dalam kasus ini sejumlah oknum di sekolah melakukan pemotongan dana sebesar 10 hingga 20 persen. Meski gunakan rekening siswa, namun pencairan dilakukan kolektif oleh sekolah dengan kuasa pelajar. Hal ini dilakukan akibat kasus COVID-19 yang tidak memperbolehkan kerumunan di Bank.

"Pemotongan itu pada dana PIP tahun 2020, saat itu masih tinggi COVID-19. Saat itu pengambilan dana PIP siswa itu dikuasakan kepada pihak sekolah karena saat pengambilan tidak boleh ada kerumunan," kata Hasbullah.

Menurutnya, dari dana PIP tersebut setiap siswa kelas 1 mendapat Rp500 ribu, kelas 2 mendapat Rp1 juta sedangkan kelas 3 Rp500 ribu. "Dari total uang yang harus diterima siswa dipotong oleh oknum ini," ucap Hasbullah, Kamis (4/8/22).

Dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar itu, berdasarkan temuan dari tim pendidik Kejaksaan Negeri dengan adanya beberapa informasi berkaitan siswa yang mendapatkan bantuan namun ada pemotongan.

Termasuk saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap beberapa sekolah yang diduga melakukan pemotongan dana PIP itu.

(iqk/iqk)