Ironi Dana Program Indonesia Pintar di Tasik Diduga Disunat

Deden Rahadian - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 14:31 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Tasikmalaya -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya membongkar dugaan korupsi di dunia pendidikan. Didiuga ada penyunatan dana program Indonesia pintar (PIP) di tingkat SMA-SMK Kabupaten Tasikmalaya.

Kasus dugaan sunat dana PIP ini tercium oleh Kejari Tasikmalaya saat tahun 2020. Pemotongan dana PIP ini diduga dilakukan di 130 sekolah tingkat SMA dan SMK di Tasikmalaya.

"Pemotongan itu pada dana PIP tahun 2020," ujar Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Tasikmalaya Hasbullah di kantornya, Kamis (4/8/2022).


Hasbullah mengatakan kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan. Kendati demikian, belum ada tersangka dalam kasus ini.

"Kami sudah menaikkan statusnya ke penyidikan kaitan dugaan korupsi dana dari program Indonesia pintar," tuturnya.

"Kami baru menyasar sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Tasikmalaya sekitar 130an jumlahnya," kata dia menambahkan.

Program PIP ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan melalui rekening siswa. Tetapi dalam kasus ini sejumlah oknum di sekolah melakukan pemotongan dana sebesar 10 hingga 20 persen.

Meski menggunakan rekening siswa, namun pencairanya dilakukan kolektif oleh sekolah dengan kuasa pelajar. Sebab saat itu kondisi bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang sedang meningkat.

"Saat itu masih tinggi Covid-19. Saat itu pengambilan dana PIP siswa itu dikuasakan kepada pihak sekolah karena saat pengambilan tidak boleh ada kerumunan," kata Hasbullah.

Menurutnya, dari dana PIP tersebut setiap siswa harusnya mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu, untuk kelas 1 SMA/SMK, kelas 2 SMA/SMK Rp 1 Juta sedangkan kelas 3, Rp 500 ribu.

"Dari total uang yang harus diterima siswa dipotong oleh oknum ini," ucap Hasbullah.

Dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar itu, berdasarkan temuan dari tim pendidik Kejaksaan Negeri dengan adanya beberapa informasi berkaitan siswa yang mendapatkan bantuan namun ada pemotongan. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap beberapa sekolah yang melakukan pemotongan dana PIP itu.



Simak Video "Satu Korban Kecelakaan Bus Maut di Tasikmalaya Masih Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)