Mendekatkan Diri ke Masyarakat Lewat Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Sudirman Wamad - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 19:47 WIB
Home Clinic
Foto: Home Clinic (Sudirman Wamad/detikJabar).
Bandung -

Digitalisasi pelayanan kesehatan merupakan keniscayaan di era saat ini. Berbagai layanan kesehatan mulai diluncurkan dengan memanfaatkan digital, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Di Bandung Raya, kini hadir layanan aplikasi Home Clinic. Layanan kesehatan ini dibuat oleh pihak swasta, dan diklaim sebagai pioner di wilayah Jabar. Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya mengatakan adanya aplikasi layanan kesehatan sejatinya mendukung program pemerintah.

Atalia menyebut sekitar 50 juta warga Jabar tak bisa tertangani hanya mengandalkan layanan kesehatan dari pemerintah. Meski di Jabar saat ini terdapat 6.000 klinik, 600 lebih rumah sakit dan seribuan puskesmas.


"Kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta. Hadirnya Home Clinic adalah langkah luar biasa di dunia yang serba digital. Karena ini bisa mendekatkan diri ke masyarakat," kata Atalia yang juga istri Gubernur Jabar itu usai menghadiri launching Home Clinic, Senin (8/8/2022).

Lebih lanjut, Atalia mengatakan aplikasi layanan kesehatan itu membantu masyarakat yang tak bisa berkunjung langsung ke rumah sakit, atau klinik karena berbagai hal. Seperti kondisi kesehatan yang tak memungkinkan, paparan COVID-19 dan lainnya.

"Jadi ini adalah pilihan masyarakat, dan ini bagian dari upaya dalam membantu meningkat derajat kesehatan masyarakat, tapi dengan dihadirkan digitalisasi," kata Atalia.

Dinkes Jabar mendukung adanya terobosan tersebut. Namun, Dinkes Jabar memastikan agar pelaksanaan layanan kesehatan digital itu bisa berjalan sesuai aturan.

Sementara itu, CEO Home Clinic Yunus Alaan Pakpahan mengatakan layanan kesehatan yang bisa didapatkan dari aplikasi ini contohnya layanan pasca operasi, ada pasien yang baru pasang perban, kecelakaan atau baru operasi, biasanya pulang ke rumah lalu beberapa hari kemudian luka tersebut harus dibersihkan atau dibuka perbannya dan pelayanan itu bisa dilakukan di rumah, terlebih pasien bisa leluasa memilih tenaga kesehatan yang menjadi mitr Home Clinic. Semua bisa dilakukan di aplikasi Home Clinic.

"Marketplace Home Care bernama Home Clinic ini adalah aplikasi pertama di Indonesia dan secara maruah kedokteran, ini yang betul-betul sesuai karena bisa mempertemukan langsung antara pasien dengan nakes yaitu dokter, perawat, bidan maupun fisioterapis, ini terobosan yang luar biasa dan pertama di Indonesia" CEO Home Clinic Yunus Alaan Pakpahan.

"Misalnya mau layanan panggil dokter, nah dokter yang terdekat bisa langsung datang menghampiri pasien, mirip aplikasi transportasi yang sudah ada di Indonesia saat ini," kata Yunus menambahkan.

Pelayanan kesehatan ini di antaranya, layanan dokter umum, rapid antigen, pelayanan bunda untuk ibu menyusui dan mandi bayi, ada juga suntik vitamin c, pasca operasi ringan dan berat, ada juga layanan fisioteraphy lengkap dengan peralatannya.

Menurut Yunus, semua layanan yang dilakukan nakes tentunya harus melalui diagnosis dokter ya sebagai profesi yang memiliki kompetensi di bidang medis. Dan jika ada keluhan lebih lanjut, nakes wajib merujuk ke fasilitas kesehatan dasar seperti klinik atau lanjutan seperti rumah sakit. Ini harus diperhatikan oleh nakes yang bergabung menjadi mitra Home Clinic ya.

Saat ini sudah ada kurang lebih 100 orang orang nakes yang terdiri dari dokter, perawat, bidan dan pisioterafis yang bergabung dalam Home Clinic. Semua nakes wajib memiliki STR dan SIP praktik. Menurut Yunus, selain membantu pasien mendapatkan layanan home care dengan mudah, Home Clinic juga membantu nakes menambah penghasilan tambahan.

(sud/mso)