Menjaga Geliat KBM di SMK Sukabumi Meski Minim Peserta Didik

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 18:00 WIB
Potret gedung sekolah SMK 2 Pasundan yang memiliki 2 siswa peserta didik baru
Foto: SMK di Sukabumi cuma punya 2 murid baru (Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Kepala Sekolah SMK Pasundan Mahmud Yunus memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK Pasundan baik SMK Pasundan 1 dan SMK Pasundan 2 akan berjalan normal meski jumlah peserta didik minim.

Berdasarkan data yang diperoleh detikJabar, jumlah siswa SMK Pasundan 1 yaitu sebanyak 55 di antaranya kelas X ada 13 orang, kelas XI ada 22 orang dan kelas XII ada 20 orang.

Sedangkan SMK Pasundan 2 total berjumlah 39 orang terdiri dari siswa kelas X bertambah dua orang menjadi 4 orang, siswa kelas XI ada 24 orang dan kelas XII ada 11 orang.


"KBM tetap, guru juga tetap datang, kita tetap semangat walaupum kondisi gini juga," kata Yunus saat dihubungi, Senin (8/8/2022).

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan ada beberapa strategi yang disiapkan untuk bangkit dari keterpurukan tersebut. Kerjasama dengan berbagai lembaga atau instansi menjadi wacana penjajakan bagi keberlangsungan SMK Pasundan.

"Pertama introspeksi diri dulu, memperbagus mutu terus memperhatikan lulusan. Kita usahakan membantu dia hingga ke penempatan kerja," ujarnya.

Yayasan dengan jumlah lulusan terbanyak di Jawa Barat ini juga meminta bantuan kepada para alumninya untuk mensosialisasikan SMK Pasundan. "Kita meminta bantuan kepada alumni, memang ada beberapa alumni membawa pendaftar-pendaftar baru," tambah Yunus.

"Kita sangat berharap bantuannya baik materi maupun segalanya. Mudah-mudahan sekolah swasta di Kota Sukabumi semuanya diperhatikan," tutupnya.

Sekedar informasi, nasib sekolah swasta di Kota Sukabumi tak semulus sekolah-sekolah negeri. Bukan hanya sepi peminat, sekolah swasta tingkat SMK bahkan terancam gulung tikar.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan (sekolah) Swasta (BMPS) Kota Sukabumi Asep Deni mengungkapkan, tren peserta didik di sekolah swasta semakin menurun tiap tahunnya. Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal.

"Sudah ada (sekolah tutup atau bangkrut) sekarang Pasundan kemungkinan tutup karena siswanya hanya 2 orang. Akan terjadi kalau kurang dari 20 orang, karena dari sisi biaya operasional tidak akan mampu untuk menutupi," ucap Asep.

(mso/mso)