Mukena dalam Pengakuan Horor Mahasiswi Cianjur Nyaris Jadi PSK

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 01 Agu 2022 15:37 WIB
Poster
Ilustrasi. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Cianjur -

Seorang mahasiswi di Kabupaten Cianjur nyaris dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Jakarta. Beruntung karena sebuah mukena perempuan ini berhasil selamat.

Bunga (nama samaran), mengaku dirinya tertipu dengan informasi lowongan kerja di media sosial Facebook. Dia yang semula dijanjikan akan bekerja sebagai babysitter malah dibawa ke penampungan untuk dijadikan PSK di sebuah kafe remang-remang di Jakarta.

"Di sana saya ditemukan dengan bos kafenya. Saya baru tahu kalau saya bukan akan bekerja sebagai babysitter, tapi mau dijadikan PSK," kata dia, Senin (1/8/2022).


Menurutnya setelah bertemu dengan bos kafe, dia dibawa kembali ke penampungan lantaran terus meminta dipulangkan ke Cianjur.

"Karena saya bawel minta pulang, saya dibawa lagi ke penampungan. Saya diminta tunggu dulu di penampungan. Tapi kemudian saya juga diminta untuk ikut dulu ke kosannya sebelum dipulangkan," ujar dia.

Begitu tiba di penampungan dan hendak dibawa ke kosan pria yang menawarkannya pekerjaan, Bunga meminta izin menunaikan salat.

"Saya mengulur waktu, minta izin buat salat. Kebetulan memang kalau pergi bawa mukena. Jadi saya langsung solat," kata dia.

Selepas salat, dia menghubungi temannya untuk meminta bantuan. Temannya itupun menyarankannya untuk tidak melepas mukena selepas salat.

"Saya pakai terus mukenanya, jadi pria yang mau bawa saya ke kosannya juga nggak berani mendekat," ungkap dia.

Tidak lama, temannya berbincang dengan pria yang menawarkan pekerjaan pada Bunga. Dalam percakapan itu, teman Bunga mengancam akan melapor kepada polisi jika Bunga tidak segera dipulangkan.

"Teman saya telepon, minta ingin mengobrol dengan pria yang membawa saya. Dia ancam akan lapor polisi, biar digerebek tempatnya. Karena lokasi saya berasa sudah dikirim ke teman saya. Setelah itu saya langsung disiapkan travel dan berhasil pulang lagi ke Cianjur," tututnya.

Dia mengaku bersyukur bisa selamat dari penipuan berkedok info lowongan pekerjaan tersebut.

"Saya bersyukur bisa selamat, dan karena mukena yang saya bawa juga bisa menjadi penolong. Saya berharap kejadian ini tidak menimpa perempuan lain di Cianjur, lebih hati-hati dengan info Loker di media sosial," pungkasnya.

(orb/orb)