Pengakuan Horor Mahasiswi Cianjur Nyaris Jadi PSK

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 01 Agu 2022 13:50 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Foto: Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Cianjur -

Seorang mahasiswi berusia 19 tahun ini mengaku awalnya ingin mencari pekerjaan sampingan selama libur kuliah.

Dia pun menemukan informasi lowongan pekerjaan di media sosial Facebook untuk asisten rumah tangga dan babysitter di wilayah Jakarta atau daerah lain di luar Cianjur.

"Saya coba kontak nomer yang tertera dalam info Loker tersebut, berharap bisa mendapat pekerjaan sementara sebagai babysitter," kata dia, Senin (1/8/2022).


Usai berkomunikasi secara intens, dia pun diberi uang sebesar Rp 300 ribu untuk ongkos ke Jakarta. Wanita itu pun berangkat ke Jakarta pada akhir Juli 2022 lalu.

"Saya dijemput travel yang disiapkan oleh penyedia lowongan kerja, jadi tinggal bayar ongkosnya tidak cari lagi kendaraannya," kata dia.

Namun, begitu sampai di Jakarta ternyata Wanita itu malah dibawa ke suatu penampungan. Bahkan Wanita itu juga langsung dibawa ke sebuah cafe remang-remang.

"Saya diketemukan dengan bos dari cafe tersebut. Ditanya-tanya, bahkan sempat ditawari minum alkohol, tapi saya menolak. Karena memang saya tidak pernah minum alkohol," ungkapnya.

Dari pertemuannya dengan bos cafe, terungkap jika Wanita itu tidak akan disalurkan menjadi babysitter tetapi dijadikan PSK, melayani para pria hidung belang di cafe tersebut.

"Di situ saya kaget, saya kan niat awal cari kerja menjadi babysitter buat tambah-tambah. Kenapa malah akan dijadikan PSK," kata dia.

Mengetahui dirinya akan dijadikan PSK Wanita itu pun meminta dipulangkan, namun sempat ditahan oleh pria yang dia kontak dan menginformasikan lowongan pekerjaan sebelumnya.

Wanita itu pun berinisiatif untuk menghubungi temannya di Cianjur agar menjemputnya di Jakarta jika memang tidak segera dipulangkan.

"Sambil mengulur waktu agar tidak diapa-apakan,saya salat saja di penampungan itu, kebetulan memang bawa mukena. Sambil terus menghubungi teman saya setelah salat, mukenanya saya tidak lepas meski sudah selesai salat," kata dia.

Pada akhirnya Wanita itu dipulangkan menggunakan kendaraan travel yang sebelumnya menjemput dia di Cianjur, setelah dia dan temannya mengancam akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Saya bilang kalau tidak segera dipulangkan saya mau lapor polisi. Teman saya juga lewat telepon mengobrol dengan pria yang menawarkan pekerjaan ke saya akan melapor ke polisi, ditambah lokasi keberadaan saya juga sudah share ke teman saya. Dari situ langsung dipulangkan," ungkapnya.

"Jadi saya datang ke sana siang, dan berhasil pulang ke Cianjur besok subuhnya," ucap dia menambahkan.

Dia pun bersyukur masih bisa selamat dan tidak jadi dijual sebagai PSK di Jakarta. "Bersyukur saya bisa pulang, kalau tidak pasti saya masih di Jakarta dan akhirnya jadi PSK di sana. Saya berharap perempuan hati-hati dengan informasi Loker, khawatir nanti terjebak oknum yang sama, niat cari kerja halal malah akan dijadikan PSK," pungkasnya.

(yum/yum)