Pemkab Dukung Kementan Kembangkan 50 Ribu Hektare Kedelai di Indramayu

Angga Laraspati - detikJabar
Kamis, 21 Jul 2022 17:14 WIB
Bupati Indramayu Dukung Pengembangan Kedelai Seluas 50.000 Ha
Foto: Dok. Pemkab Indramayu
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) yang berencana mengembangkan kedelai di Kabupaten Indramayu seluas 50 ribu hektare. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

Menurut Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar, program pengembangan kedelai bisa menjadikan Indramayu sebagai sentra kedelai terbesar di Jawa Barat, sehingga mengurangi impor dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta yang paling penting meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut diungkapkannya usai penandatanganan MoU antara Bupati Indramayu dan Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementan RI Yuris Tiyanto serta Tim Kawasan Ekonomi Khusus Pangan Kabupaten Indramayu, Selasa (18/7) lalu.


"MoU tersebut diharapkan dapat menekan dan mengurangi ketergantungan dari impor kedelai, mudah-mudahan Indramayu dapat menjadi sentra kedelai nasional sehingga bisa memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia," kata Nina dalam keterangan tertulis, Kamis (21/7/2022).

Sementara itu, Direktur Akabi Kementan RI Yuris Tiyanto mengatakan pengembangan kedelai di Kota Mangga dengan luas 50.000 hektare ini berasal dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dengan tujuan untuk mendukung pengembangan kedelai nasional untuk substitusi impor.

Hal itu dilakukan Kementan RI dengan meneken MoU bersama pihak seperti pemerintah daerah, stakeholder di dalamnya dan off taker serta perbankan agar program pengembangan kedelai bisa berjalan dengan lancar dan baik secara menyeluruh.

"Kesepahaman ini merupakan komitmen dan bukti keseriusan para pihak dalam mendukung peningkatan produksi kedelai tahun 2023 guna mengurangi ketergantungan Indonesia pada kedelai impor yang telah berjalan hampir 20 tahun," ungkap Yuris.

Yuris menambahkan program ini akan didukung dengan penggunaan benih kedelai yang provitas tinggi. Akan ada juga skema pembiayaan dengan anggaran negara dan permodalan dari perbankan serta pola pengembangan usahanya berbasis korporasi bagi petani, dan akan didampingi secara rutin agar sesuai target.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan kerja sama Kementan RI dengan Kabupaten Indramayu merupakan langkah konkret dalam meningkatkan produksi kedelai lokal.

"Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo agar kami terus meningkatkan produksi dengan terobosan dan inovasi baru," katanya.

Menurutnya, pengembangan kedelai ini harus diupayakan dengan melakukan kerjasama bersama pemerintah daerah. Hal ini tentu karena kedelai menjadi sumber protein nabati yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan keuntungan demi kesejahteraan petani bisa meningkat.

"Kita sukseskan pengembangan kedelai nasional. Bangkit Kedelai Lokal Bangkit Bangsaku," ujarnya.

(akd/ega)