Satu Korban Bus Nyungsep ke Jurang di Tasik Ditemukan Tewas

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 27 Jun 2022 11:44 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah Siti Munawaroh yang ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang.
Petugas mengevakuasi jenazah Siti Munawaroh yang ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar).
Tasikmalaya -

Petugas gabungan akhirnya berhasil menemukan keberadaan Siti Munawaroh (29), salah satu korban bus pariwisata yang masuk jurang di Kampung Cireundeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) dini hari.

Ibu beranak satu warga Kecamatan Jatingor, Kabupaten Sumedang itu ditemukan tertimbun tanah di sekitar TKP pada Senin (27/6/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kondisinya sudah meninggal dunia dan terkubur tanah sedalam lebih dari 30 cm. Korban ditemukan setelah petugas gabungan dibantu masyarakat melakukan penggalian di tebing jurang tempat bus jatuh.


"Awalnya ditemukan ponsel yang diduga milik korban," kata Kapolsek Rajapolah AKP Iwan Sujarwo.

Temuan ponsel ini membuat petugas seolah mendapat titik terang, sehingga mereka semakin semangat memperdalam dan memperluas galian. Batang pohon yang roboh ditabrak bus dan ada di titik itu juga disingkirkan.

"Akhirnya tampak kaki korban, setelah itu baru berhasil dievakuasi. Sudah meninggal dunia," kata Iwan. Dia menjelaskan saat ditemukan posisi korban telungkup.

Iwan menduga saat kejadian korban terlempar keluar kemudian terkubur material tebing termasuk tertimpa batang pohon yang roboh. Sehingga pasca kejadian kecelakaan itu, korban sulit ditemukan. Sejak kejadian Sabtu (25/6/2022) dinihari, korban baru ditemukan pada hari Senin ini.

"Untuk selanjutnya jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi," kata Iwan.

Bagus Prayogo Komandan Tim Basarnas Tasikmalaya mengatakan korban tertimbun oleh material longsoran yang disebabkan oleh kejadian itu. Apalagi sebatang pohon mahoni tercerabut akibat tertabrak bus pariwisata City Trans Utama itu, sehingga material tanah yang jatuh ke dasar jurang cukup banyak. "Tertimbun material tanah, ketebalannya lebih dari 40 cm," kata Bagus.

Upaya pencarian hari ini menurut dia ditunjang pula oleh debit air sungai yang tidak terlalu besar. "Sebelumnya kan hujan terus, air sungai besar. Tadi air sungai normal sehingga penggalian bisa maksimal," kata Bagus.

Dengan penemuan ini jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa kecelakaan bus masuk jurang itu menjadi 4 orang. Mereka adalah Cepi kondektur bus, pasangan suami istri Olih Komarudin dan Esih Sukaesih serta Siti Munawaroh.

Sementara korban luka yang masih dirawat sebanyak 6 orang. Bus nahas ini total diisi oleh 62 jiwa termasuk sopir dan kondektur.

(mso/mso)