Jabar Sepekan: Penumpang Alphard Maki Polisi-Bocah Sukabumi Jadi Korban Bullying

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 08 Mei 2022 18:08 WIB
Video viral penumpang Alphard maki polisi.
Penumpang Alphard maki polisi (Foto: Tangkapan layar).
Bandung -

Sejumlah kejadian viral terjadi di Jabar dalam sepekan terakhir. Pertama seorang penumpang Alphard maki polisi gegara pengalihan arus hingga kasus bullying yang dialami bocah di Sukabumi.

Berikut rangkuman beritanya:

Penumpang Alphard Maki Polisi

Seorang pria yang menumpang di mobil Alphard tiba-tiba memaki polisi saat melintas di simpang tiga Panyusuhan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pria bernama Periyanto itu ternyata kesal usai terjebak kemacetan di sana.


Video makian Periyanto bahkan sampai viral di media sosial (medsos). Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/5) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, Periyanto yang menaiki mobil Alphard F-77-1TOH dialihkan dari simpang tiga Panyusuhan, Ciawi, belok kiri ke jalur Ciawi-Singaparna. Polisi melakukan pengalihan karena kondisi sudah macet.

Mobil mewah warna hitam itu bersama ratusan mobil lainnya lalu belok kiri ke jalur Ciawi-Singaparna. Rupanya mobil itu tak melanjutkan ke Singaparna, namun memutar kembali.

Saat kembali tiba di pertigaan Panyusuhan, dia mendapati arus sudah tak lagi dialihkan. Pria ini lalu membuka kaca belakang, lalu marah-marah. Dia meminta semua pengendara dialihkan seperti yang menimpa dirinya.

"Hei, Polisi, suruh ke sana, kita ngantri, suruh ke sana dulu," ucap Periyanto dengan diakhiri kata makian.

Tak lama berselang, video rekaman itu menyebar di media sosial. Sekitar pukul 13.00 WIB, mobil pria itu kemudian diberhentikan petugas polisi dan TNI di pos Letter U Gentong.

Dia diberhentikan untuk diminta klarifikasi. Setelah bertemu Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, dia akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, video klarifikasi pria itu juga beredar. Dalam videonya, pria yang memakai kaus hitam tersebut meminta maaf karena terjadi miskomunikasi.

"Kami mohon maaf karena tadi ada terjadi sedikit miskomunikasi, pengalihan jalur, terus sedikit ada ketegangan, tapi kami mohon maaf dan sudah diselesaikan dengan baik, terima kasih," ujarnya.

Di tempat yang sama, AKBP Aszhari mengatakan pihaknya dan pria itu sudah saling memaafkan. "Saya bilang kalau anggota saya ada salah, ya mohon dimaafkan, dia juga sudah meminta maaf," kata Aszhari.

Bocah di Sukabumi Jadi Korban Bullying

Media perpesanan di Kota Sukabumi dihebohkan dengan video dugaan bullying kepada siswa SD yang notabene masih anak di bawah umur. Dua anak dipaksa berkelahi oleh 'senior' di daerah tempat tinggalnya.

Dalam video yang diterima detikJabar, terlihat segerombolan anak berkumpul di tempat yang penuh rerumputan di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Kemudian, ada dua anak memakai baju koko biru dan oranye yang tampak berkelahi. Selain itu, terlihat juga ada seorang anak yang lebih besar berperan sebagai wasit.

Kabar mengenai kebenaran video itu dikonfirmasi MP (49), salah satu orang tua bocah 9 tahun yang jadi korban perundungan dengan dipaksa berkelahi. Dia mengatakan, perundungan itu berlangsung dua bulan yang lalu, namun baru terbongkar akhir Mei kemarin.

"Ketahuan baru dua hari menjelang Lebaran, Sabtu (30/4/2022) beres salat tarawih. Di YouTube itu kan suka ada foto cover-nya (thumbnail), saya tanya ini anak-anak di sini, saya datengin satu-satu," kata MP saat dikonfirmasi, Jumat (6/5/2022).

"Jadi ada video di-upload di YouTube, kebetulan bibi anak saya ngelihat video itu. Pas dilihat ternyata keponakan sekaligus anak saya yang jadi korban, jadi dipaksa diadu (berantem)," sambungnya.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin mengatakan, saat ini proses pembuatan laporan masih dilakukan oleh orang tua korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu. Selanjutnya, penanganan kasus tersebut akan dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota.

"Pihak pelapor masih berada di SPKT Polres. Ini perkara menyangkut anak, maka Polres yang akan dalami laporan tersebut," ujar Zainal dalam pesan singkatnya kepada detikJabar.

IRT Terancam Bui 3 Tahun Usai Kena Tipu

Naas menimpa Meli Mulyati (41). Ibu rumah tangga ini tengah mencari keadilan atas perkara yang menjeratnya. Meli menjadi korban penipuan ratusan juta Rupiah justru terancam bui 3 tahun.

"Saya jadi korban malah mau dipenjara," ujar Meli kepada detikJabar, Rabu (4/5/2022).

Perkara yang menjerat Meli bermula saat dia ditawari pekerjaan oleh kenalannya bernama Ramandhita Puti Purnamasari (Puti) dan Tara Hendra Poerwa Lesmana pada tahun 2019 lalu.

Saat itu, kenalannya menawarkan pekerjaan iklan sosialisasi Pilpres dan pekerjaan di Desa Sayati, Kabupaten Bandung. Keduanya menyodorkan SPK kepada Meli.

Atas dasar itu, Meli menyanggupi dan menyimpan modal di perusahaan PT CAD milik rekanannya itu. Total duit yang disimpan mencapai Rp 792 juta. Akan tetapi, modal yang dititipkan Meli ke perusahaan tersebut belum cukup. Sehingga, dia menawarkan proyek itu kepada sesama investor bernama Maman Suparman.

Singkat cerita, Meli, Maman dan kedua rekananya dari PT CAD itu bertemu. Terjalinlah kesepakatan antara tiga pihak untuk menyimpan modal.

"Untuk menjalankan proyek tersebut, dibuatlah surat perjanjian antara saya dengan Puti dan surat perjanjian antara saya dengan Maman Suparman," katanya.

Seiring berjalannya waktu usai modal masuk, pengembalian oleh PT CAD ternyata tak kunjung masuk ke Meli maupun Maman Suparman. Belakangan diketahui, modal yang diberikan oleh Meli dan Maman justru digunakan oleh Puti untuk kepentingan pribadinya.

"Sehingga tanggal pengembalian modal tidak sesuai dengan perjanjian yang dilakukan oleh PT CAD (Puti). Akhirnya saya curiga adanya kejanggalan dan kemudian saya menanyakan kepada klien terkait pembayaran pekerjaan yang dimaksud, setelah saya telusuri ke KPU Jabar ternyata pekerjaan yang di tawarkan oleh Puti kepada saya SPK palsu," tuturnya.

Atas dasar informasi SPK palsu itu, Meli mengkonfrontasi ke Puti. Di saat itu, Puti dan Tara suaminya beritikad baik untuk mengembalikan uang sesuai kesepakatan perpanjangan jatuh tempo. Akan tetapi, hingga waktu jatuh tempo, janji tak kunjung ditepati.

Perkara inipun kemudian dibawa ke ranah hukum oleh Maman Suparman. Akan tetapi, justru Meli ikut dilaporkan oleh Maman ke Polda Jabar.

"Tapi anehnya yang dilaporkan adalah saya dengan alasan Maman merasa saya yang memperkenalkan, sementara posisi saya pada saat itu juga adalah korban dari PT. CAD," katanya.

Berandalan Motor Tusuk Pengunjung Kafe

Berandalan bermotor di Bandung berinisial RAM dibekuk polisi usai dengan sadis menusuk pengunjung kafe di Bandung. Detik-detik aksi sadis anggota kelompok bermotor itu terekam CCTV.

Aksi penikaman itu terjadi di sebuah kafe di kawasan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung pada Jumat (29/4/2022) lalu. Dua orang diketahui jadi korban dalam insiden berdarah ini.

Sementara itu berdasarkan rekaman CCTV kafe, awalnya terlihat sekumpulan pengunjung tengah duduk di meja kafe. Tiba-tiba, para pengunjung yang didominasi pemuda itu berdiri dan menghampiri pintu kafe.

Video rekaman CCTV lantas menunjukkan adanya sekelompok orang menggunakan helm berdiri di pintu masuk kafe. Kelompok berhelm lantas menyerang pengunjung kafe yang menghampiri mereka.

"Mereka tidak kenal pelaku dan tersangka ini mereka lagi konvoi sampai di TKP, nah kemudian langsung saja tersagka ini masuk ke kafe dan melakukan tindakan kejahatan dan menusuk korban dan temannya ingin melerai kena di paha dan kaki," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (6/5/2022).

(ral/mso)