Sidak Pedagang Takjil, BBPOM Bandung Minta Warga Jadi Konsumen Cerdas

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 18 Apr 2022 20:15 WIB
Petugas BBPOM Bandung sedang menguji kandungan bahan berbahaya dari takjil di Jalan Pusdai, Kota Bandung
Petugas BBPOM Bandung sedang menguji kandungan bahan berbahaya dari takjil di Jalan Pusdai, Kota Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Bandug melakukan pemeriksaan terhadap jajanan untuk berbuka puasa atau takjil yang dijajakan di sepanjang Jalan Pusdai, Kota Bandung pada Senin (18/4/2022) sore.

Pantauan detikJabar, petugas Balai Besar POM mendatangi satu persatu penjual takjil di Jalan Pusdai tersebut. Mereka mengambil sampel dari masing-masing jenis takjil seperti kolak, kolang-kaling, kerang, mie kuning hingga cincau.

Setelah mendapat sampel, masing-masing jenis takjil itu dibawa ke mobil pengujian yang sudah terparkir di lokasi. Di mobil itu, dua orang petugas juga sudah bersiap untuk menguji kandungan dari takjil yang banyak diburu warga untuk berbuka puasa.


Kepala Balai Besar POM Bandung Sukriadi Darma mengungkapkan dari 15 sampel takjil yang diuji, pihaknya tidak menemukan satupun takjil yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks maupun formalin.

"Dari sampel yang diuji berdasarkan parameter yang kita dapatkan untuk kandungan bahan berbahaya semuanya negatif. Jadi semua negatif," kata Sukriadi kepada wartawan seusai melakukan pemeriksaan.

Sukriadi mengatakan pemeriksaan kandungan takjil tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada jajanan mengandung bahan berbahaya beredar bebas di Bandung.

Terlebih lagi saat ini, jajanan takjil menjadi buruan utama warga ketika hendak berbuka puasa. Menurutnya sudah lima lokasi di Bandung Raya yang didatangi oleh petugas Balai Besar POM.

"Kami turun dalam rangka pengawasan pangan di bulan puasa jelang Idul Fitri. Ini kegiatan kami di titik kelima di Bandung. Sampel yang diuji ini mewakili semua jenis takjil yang dijual," ucapnya.

Meski tidak menemukan adanya kandungan berbahaya pada takjil yang dijajakan di pinggir jalan namun Sukriadi tetap meminta warga untuk waspada dan jeli saat hendak membeli makanan maupun minuman.

Bahkan Ia menganjurkan warga untuk membeli sesuatu di tempat yang sudah dipercaya atau sering dikunjungi sebelumnya.

"Imbauan kami jadilah konsumen yang cerdas. Lihat kemasannya, tanggal kadaluarsanya. Untuk takjil atau pangan segar, perhatikan sanitasinya, penjualnya. Kemudian beli di tempat yang biasa dibeli," pungkasnya.

(bba/mso)