3 Area Terbengkalai di Jabar: Jadi Buruan Pehobi Wisata Horor

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 31 Mar 2022 14:46 WIB
Penampakan Kota Mati Tommy Soeharto di Karawang
Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikJabar
Bandung -

Tempat-tempat yang terbengkalai serta memunculkan nuansa seram saat ini justru banyak dicari oleh orang-orang yang memang memburu cerita di baliknya hingga sensasi horor yang memacu adrenalin.

Di Jawa Barat ada beberapa tempat terbengkalai yang akhirnya dijadikan sebagai lokasi uji nyali, wisata misteri, bahkan spot foto untuk prewedding.

Berikut detikJabar rangkum tempat-tempat horor di Jawa Barat.


1. Kampung Gajah di Kabupaten Bandung Barat

Objek wisata Kampung Gajah pernah menjadi destinasi wisata yang cukup populer di kawasan Bandung Utara. Lokasinya berada di Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Objek wisata itu dibuka pada tahun 2010 silam, yang menawarkan wahana wisata bagi keluarga mulai dari kolam ombak dan waterboom. Namun pada Desember 2017 objek wisata itu dinyatakan pailit karena suatu hal.

Kemudian area wisata seluas 60 hektare ini resmi ditutup pada Mei 2018. Patung-patung gajah yang ada di pinggir jalan sebagai ikon Kampung Gajah kemudian dibongkar.

Dua tahun berlalu atau tepatnya pada Desember 2020, detikJabar sempat menyambangi lagi tempat tersebut. Belasan fasilitas di dalam Kampung Gajah dibiarkan terbengkalai.

Kampung GajahKampung Gajah Foto: (Yudha Maulana/detikcom)

Kolam ombak yang dulu ramai jadi arena bermain anak-anak dipenuhi lumut. Kendati begitu masih tampak bangunan berbentuk perahu di ujungnya. Sementara itu, jalur seluncuran air telah dibongkar.

Di sebelahnya trek bermain ATV pun mulai tertutupi rerumputan dan ranting pepohonan nyaris tak berbentuk lagi. Namun di sejumlah sudut dapat ditemukan trike bike yang sudah berkarat.

Food and convention hall bertingkat pun tampak tak terawat. Coretan graffiti dan tangan jahil terlihat di sejumlah dinding dan kaca bangunan megah tersebut. Di bawahnya terdapat patung sinterklas tak bertangan.

Di bagian food stall, yang terlihat hanya bangunan yang nyaris ambruk. Kendaraan kereta rekreasi pun hanya teronggok tak terurus, di antara kolam-kolam yang tampak kehijauan airnya.

"Memang sudah lama tak ada kunjungan sejak ditutup Mei 2018 lalu, saat ini dalam tahap lelang," ujar Komar (44), mantan karyawan wisata Kampung Gajah saat ditemui.

Kendati demikian, Kampung Gajah masih kerap didatangi oleh pemburu uji nyali atau sekedar berfoto-foto ria anak muda. Pasalnya, tempat keriaan yang ditinggalkan ini memiliki daya tarik tersendiri.

"Suka sih sama tempat-tempat begini, ada aura-aura mistisnya gitu," ujar Aep, salah seorang pengunjung eks wisata Kampung Gajah.

2. Rumah Mewah Terbengkalai

Sebuah rumah merangkap villa di Kampung Cihanjuang, RT 03/08, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terbengkalai mencuri perhatian netizen.

Kabarnya rumah itu terbengkalai selama 20 tahun belakangan. Banyak desas desus yang mengikuti keberadaan rumah di tengah permukiman masyarakat tersebut. Berikut detikcom rangkum beberapa fakta mengenai rumah megah terbengkalai tersebut.

Dalam tayangan yang berseliweran di konten YouTube menunjukkan suasana di dalam area rumah yang kondisinya sudah sangat tak terawat. Halaman rumah ditumbuhi tanaman yang menandakan memang tak pernah ada yang merawatnya dalam waktu lama.

Berdasarkan penelusuran detikjabar pada Mei 2021 lalu, seorang wanita bernama Sumiyati (63) yang merupakan keluarga penjaga dan pengurus villa sejak puluhan tahun silam menjelaskan asal usul dan pemilik bangunan mewah itu.

Rumah Mewah dan Mobil Terbengkalai di BandungRumah Mewah dan Mobil Terbengkalai di Bandung Foto: Whisnu Pradana

Dari penuturan Sumiyati, keluar satu nama yakni Heri yang merupakan pemilik villa yang ada di Kampung Cihanjuang, RT 03/08, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat itu.

"Awalnya villa itu punya Pak Hendra. Dijual ke Pak Heri sebagai pemilik yang kedua. Pak Heri itu orang Banjaran, punya pabrik," ungkap Sumiyati.

Membahas soal isi rumah terbengkalai, ternyata dulu ada dua mobil yang dibiarkan teronggok di garasi rumah dengan halaman luas itu. Selain Mercedes-Benz, ada juga mobil jenis Jeep. Namun mobil Jeep tersebut sudah dibawa oleh adik Heri beberapa tahun silam.

Ternyata masih banyak barang berharga lain yang tersimpan di dalam rumah mewah itu. Encang, anak penjaga rumah dan villa menyebut furniture sang empunya rumah masih tersimpan rapi di dalam rumah tanpa ada yang dibawa satupun.

"Kebetulan saya enggak pernah ke dalam rumah, karena yang pegang kuncinya Pak Heri. Tapi kalau bapak sama ibu saya suka ke dalam, dan katanya memang barang-barangnya masih lengkap, ya seperti furniture dan yang lain-lain," tutur Encang.

Warga setempat sudah tidak asing dengan keberadaan villa tersebut. Banyak desas desus dan kabar tak sedap dari villa yang dimiliki oleh seorang pengusaha asal Banjaran, Kabupaten Bandung, bernama Heri itu.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan jika villa yang berdiri di atas tanah seluas 1 hektare itu sering menjadi tempat pemilik dan kerabatnya untuk berpesta bahkan melakukan hal yang amat mengganggu warga.

Hal yang mengejutkan juga yakni soal villa tersebut kerap digunakan sebagai tempat pesta narkoba. Disebutkan beberapa artis lawas ibukota sempat datang ke tempat tersebut.

"Dulu itu sempat ada penggerebekan, katanya kan pemiliknya kena kasus narkoba tapi lupa berapa tahun lalu yang pasti sudah lama. Di dalam villanya juga suka ada pesta," kata warga tersebut.


3. 'Kota Mati Tommy Soeharto' di Karawang

Sebuah perumahan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, kondisinya menyerupai 'kota mati'. Alhasil perumahan itu kerap menjadi lokasi pembuatan konten horor oleh Youtuber.

Warga sekitar, Dodon Albantani mengatakan sedianya lokasi Perum Karawang Baru ini dulunya adalah lahan kebun karet. Dua tahun kemudian, diambil alih oleh 4 perusahaan dan dijadikan kawasan industri termasuk kawasan perumahan.

"Jadi dulu itu lahannya milik PTPN 12 dengan luas kalau tidak salah 1.200 hektar. Pada masa Orde Baru, lahan perkebunan ini tidak tahu mengapa bisa dikuasai oleh 4 perusahaan milik keluarga Cendana, atau Tommy Soeharto namanya itu PT Hutomo Mandala Putra, PT Graha Jati Indah, PT Adiyesta Cipta Tama, PT Sentra Bumilokatama," kata Dodo .

Pada tahun 1993 sampai 1997 PT Hutomo Mandala Putra resmi membuat kawasan industri mobil Timor serta perumahannya, yakni Perum Karawang baru. Setahun kemudian, pada 1998 saat Orde Baru tumbang, pengelolaan perumahan mengalami masalah terkait pembayaran pajak.

Setelah itu, pada tahun 2015 diakuinya HGU dan HGB nya dicabut. Setelah itu, penjarahan pun terjadi karena penghuni dan penjaga keamanan di kawasan tersebut mulai meninggalkan Perum Karawang Baru.

Penampakan 'Kota Mati Tommy Soeharto' di KarawangPenampakan 'Kota Mati Tommy Soeharto' di Karawang Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikJabar

Dikatakannya juga, warga yang saat ini menetap ada yang memanfaatkan secara gratis dan juga ada yang bersertifikat.

"Meski bermasalah sebagian warga sudah punya sertifikatnya dan sebagian lagi gratis menempati selagi belum dipakai," ujarnya.

Saat ini, beberapa lokasi jadi incaran warga untuk berswafoto juga prewed (prawedding) dan bahkan sempat menjadi latihan temput pasukan TNI.

"Sekarang kayak gedung tua ini, jadi spot selfie (swafoto) dan prewed, bahkan bulan lalu pernah dipakai tempat latih tempur pasukan TNI," katanya.



Simak Video "Via Udara, Basarnas Sisir Lokasi Gempa Cianjur yang Terisolir"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/bbn)