Wabup Garut Bicara Pemanfaatan Potensi Rempah untuk Atasi Kemiskinan

Yudistira Imandiar - detikJabar
Minggu, 20 Mar 2022 13:48 WIB
Wabup Garut Ajak Investor-Warlok Buka Usaha untuk Dorong Perekonomian
Foto: Pemkab Garut
Jakarta -

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyebut kekayaan komoditas rempah-rempah bisa membuat nama Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat global. Ia pun bicara soal pengelolaan potensi rempah-rempah untuk mendongkrak ekonomi masyarakat dan mengurangi kemiskinan di Garut, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Helmi dalam acara 'Sosialisasi Bumi Rempah Nusantara Untuk Dunia' yang digagas oleh Direktorat Perlindungan Kebudayaan Kemendikbud Ristek, bekerja sama dengan Komisi X DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (19/3).

"Saya ini sangat berkesan sekali dengan acara ini, karena acara ini bisa dijadikan kita menjadi negara yang dikenal paling maju dan sejahtera di dunia insya Allah, Aamiin," kata Helmi dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (20/3/2022).


Helmi berharap pengelolaan komoditas rempah-rempah bisa menjadi salah satu cara dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Garut. Terlebih, ulasnya, akibat pandemi COVID-19 angka kemiskinan di daerahnya kembali ke angka dua digit atau tepatnya di angka 10,6 persen.

"Ternyata memang kemiskinan ini adalah sesuatu yang harus kita fokus untuk penyelesaiannnya secara bersama-sama, dan tentu kita harus ada sektor yang betul-betul bisa menjadikan kemiskinan ini berkurang, yaitu sektor pertanian, dan sektor pertanian tentu yang harganya cukup bagus, cukup mahal yaitu rempah-rempah," tutur Helmi.

Ia pun mengapresiasi sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman lebih dalam soal kekayaan rempah-rempah di Tanah Air. Helmi mengatakan Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang kaya akan rempah-rempah.

"Kita memang kaya dengan rempah-rempah, oleh karena itu saya memberikan apresiasi sebagai Wakil Bupati Garut, disamping saya memberikan ucapan selamat datang kepada Bapak Dewan (Ferdiansyah, Anggota Komisi X DPR RI), Kepada Ibu Direktur (Dirjen Kebudayaan)

di Kabupaten Garut, (juga) kepada narasumber kepada bapak ibu sekalian," ungkap Helmi.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud Ristek RI Irini Dewi Wanti menuturkan di tahun 2024 pihaknya berencana akan mengusulkan jalur rempah sebagai salah satu warisan budaya yang diakui oleh UNESCO.

"Saya sampaikan bahwa Indonesia rencananya melalui Kemendikbud Ristek di tahun 2024 itu, kita ingin mengusulkan jalur rempah sebagai salah satu jalur dunia yang tentunya diakui sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO seperti itu," jelas Irini.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menjabarkan ada empat pilar pemajuan kebudayaan, yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Berkaitan dengan jalur rempah ini, ia memaparkan tujuan lain menghidupkan jalur ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang bagaimana jalur rempah membentuk bangsa, negara, dan peradaban manusia.

"Bukan (berarti) untuk terjebak dalam romantisme sejarah, (akan tetapi) menghidupkan jalur rempah pada saat ini, kita maknai sebagai revitalisasi nilai budaya rempah dan bagaimana memanfaatkannya pada masa kini dan masa depan," ujar Ferdiansyah.

(akd/ega)