Gaduh soal Aturan Toa Masjid, Begini Respons Pimpinan Ponpes Al-Jawami

Yuga Hassani - detikJabar
Sabtu, 26 Feb 2022 13:13 WIB
Pimpinan Ponpes Al-Jawami Imang Abdul Hamid
Pimpinan Ponpes Al-Jawami Imang Abdul Hamid (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) soal analogi bisingnya suara azan dengan gonggongan anjing berkaitan aturan toa masjid menjadi polemik dan memicu kegaduhan. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Jawami Imang Abdul Hamid menyoroti hal tersebut.

"Menganalogikan atau komparasikan azan dengan gonggongan anjing itu sangat naif sekali menurut saya," ujar Imang saat ditemui di Ponpes Al-Jawami, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/2/2022).

Dia mengungkapkan suara azan merupakan bagian dari syiar agama. Menurut Imang, orang-orang Islam senantiasa dipanggil oleh suara azan untuk melaksanakan ibadah.


"Di mana ibadah salat itu adalah ibadah yang paling pertama akan diperiksa oleh Allah SWT di akhirat nanti. Apabila salatnya baik, seluruh amal salehnya akan direkap oleh Allah SWT. Tetapi kalau salatnya tidak baik, kebaikan apapun yang dia lakukan, Allah tidak akan menerimanya," tutur Imang.

Imang menegaskan tidak setuju dengan pernyataan Menag Gus Yaqut yang mengatakan azan mengganggu kepada orang-orang yang ada di sekitar. "Padahal hanya setan lah sebetulnya yang merasa terganggu dengan ungkapan-ungkapan yang diungkapkan di dalam azan. Karena di dalam azan itu sebetulnya, kalimatnya kalimat suci. Pesan untuk pak menteri agama dari saya sebagai saudara seagama, marilah kita kembali kepada khitah," tutur Imang.



Simak Video "Heboh Konvoi Khilafah di Cawang, Menag: Tidak Boleh di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(bbn/bbn)