Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 18 Mei 2026 20:45 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi wajib (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Jakarta -

Tata cara mandi wajib setelah haid merupakan salah satu perkara penting yang wajib dipahami oleh setiap wanita muslimah.

Berbeda dengan mandi pada umumnya yang bertujuan sekadar membersihkan tubuh dari kotoran sehari-hari, mandi wajib (atau mandi junub) memiliki ketentuan, rukun, dan tata cara tersendiri yang telah diatur dalam syariat Islam.

Dalam hukum fikih, haid dikategorikan sebagai hadats besar. Oleh karena itu, seorang wanita yang telah selesai dari masa haidnya diwajibkan untuk menyucikan diri terlebih dahulu agar diperbolehkan kembali melaksanakan ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur'an, maupun thawaf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Landasan Syar'i Kewajiban Mandi Setelah Haid

Perintah untuk menyucikan diri setelah masa haid bersumber langsung dari Al-Qur'an dan Hadits Nabi SAW. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 222:

ADVERTISEMENT

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah suatu kotoran," Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Selain ayat di atas, kewajiban ini juga ditegaskan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Beliau bersabda:

"Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan salat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan salat," (HR Bukhari).

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat merupakan rukun utama dalam mandi wajib yang membedakan aktivitas ibadah dengan mandi biasa. Niat ini dibaca atau dihadirkan di dalam hati bersamaan saat air pertama kali menyentuh kulit tubuh.

Berikut adalah lafadz niat mandi wajib setelah haid sebagaimana dinukil dari buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin,

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta'ala

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar

Agar mandi wajib sah dan dapat menghilangkan hadats besar secara sempurna, runtutan gerakannya harus diperhatikan dengan baik.

Berikut adalah urutan tata cara mandi janabah pasca-haid sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin,

  1. Membaca niat mandi wajib setelah haid: Dihadirkan di dalam hati saat air mulai dibasuhkan ke tubuh.
  2. Bersihkan kedua telapak tangan: Basuh dan cuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
  3. Membersihkan area tersembunyi: Menggunakan tangan kiri, bersihkan segala kotoran atau sisa darah yang ada pada bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, serta bagian tubuh tersembunyi lainnya.
  4. Mencuci tangan kembali: Setelah membersihkan kotoran, cuci kembali tangan dengan cara menggosokkannya ke sabun atau tanah agar benar-benar bersih.
  5. Berwudhu: Lakukan wudhu secara sempurna sebagaimana wudhu sebelum mendirikan salat.
  6. Menyela pangkal rambut: Basahi jari-jari tangan dengan air, lalu sela-sela rambut hingga air benar-benar menyentuh kulit kepala secara merata.
  7. Membasuh seluruh tubuh: Siram dan basuh seluruh tubuh dengan air, dimulai dari bagian sisi kanan kemudian dilanjutkan ke bagian sisi kiri.
  8. Memastikan kebersihan lipatan kulit: Pastikan seluruh lekukan, lipatan kulit, serta area yang sulit dijangkau ikut basah dan dibersihkan dengan baik.

Sunnah-Sunnah Mandi Wajib Setelah Haid

Untuk menyempurnakan pahala dan mengikuti petunjuk Rasulullah SAW, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan saat melaksanakan mandi wajib yang dijelaskan dalam buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i oleh Syaikh DR Alauddin Za'tari dan buku Tuntunan Shalat Lengkap + Terjemah Perkata Bacaan Shalat yang ditulis Muhammad Syafril.

  • Menghadap ke arah kiblat ketika mandi.
  • Membaca basmalah yang dibarengi dengan niat di awal (dengan tujuan berdzikir, bukan bermaksud membaca Al-Qur'an).
  • Membaca niat di dalam hati secara mantap.
  • Membasuh kedua telapak tangan sebelum masuk ke proses inti.
  • Menghilangkan dan membersihkan segala jenis kotoran yang menempel pada tubuh terlebih dahulu.
  • Berwudhu secara sempurna sebelum mengguyur badan.
  • Meratakan aliran air pada bagian lekuk-lekuk tubuh secara saksama.
  • Menyela bagian pangkal rambut kepala sebanyak 3 kali.
  • Menjaga ketertiban urutan (tertib).
  • Mengulang setiap basuhan sebanyak 3 kali.
  • Dianjurkan untuk menggosok anggota tubuh setiap kali basuhan dilakukan.
  • Membasuh bagian aurat yang tertutup meskipun sedang mandi sendirian di tempat tertutup.
  • Setelah mandi wajib, membaca doa setelah mandi wajib.

Doa Setelah Mandi Wajib

Selesai melaksanakan seluruh rangkaian mandi wajib, disunnahkan untuk membaca doa kesaksian dan penyucian diri sebagaimana doa setelah berwudhu berikut ini yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."

Wallahu a'lam.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads