Kisah Abu Hanifah Menasihati Orang Malas yang Hanya Mengandalkan Doa

Kisah Abu Hanifah Menasihati Orang Malas yang Hanya Mengandalkan Doa

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 26 Okt 2026 05:00 WIB
Ilustrasi nabi
Ilustrasi Abu Hanifah. Foto: Freepik/freepik
Jakarta -

Imam Abu Hanifah pernah memberikan pelajaran berharga kepada seorang pria yang terus mengeluh tentang nasibnya, tetapi enggan berusaha mencari nafkah. Melalui dua bungkusan uang dan pesan singkat, ulama besar ini menyadarkan pria tersebut bahwa doa perlu disertai ikhtiar.

Kisah ini dikutip dari buku Kumpulan Kisah Teladan karya Hasballah Thaib dan Zamakhsyari Hasballah, yang mengutip cerita dari Qashash wa Ma'ani karya Ala' Sadiq.

Suatu hari, Imam Abu Hanifah sedang berjalan melewati sebuah rumah yang jendelanya terbuka. Dari dalam rumah, beliau mendengar suara seorang pria yang menangis dan mengeluhkan nasibnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria itu merasa hidupnya sangat malang. Sejak pagi, dia mengaku belum makan dan tubuhnya sudah lemas karena kelaparan. Dia juga meratapi tidak adanya orang yang bersedia menolongnya, meski hanya dengan sedikit makanan atau minuman.

Mendengar keluhan tersebut, Abu Hanifah merasa iba. Beliau pun pulang untuk mengambil sebungkus uang yang hendak diberikan kepada pria itu.

ADVERTISEMENT

Setelah kembali ke rumah tersebut, Abu Hanifah melemparkan bungkusan itu melalui jendela, lalu melanjutkan perjalanan. Pria yang menerimanya terkejut dan segera membuka bungkusan tersebut.

Di dalamnya, dia menemukan uang dan secarik kertas berisi pesan agar dirinya tidak terus-menerus mengeluhkan nasib. Pesan itu juga mengingatkannya untuk memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan tidak berputus asa.

Abu Hanifah Kembali Memberikan Bungkusan Uang

Keesokan harinya, Abu Hanifah kembali melewati rumah yang sama. Lagi-lagi, beliau mendengar pria itu mengeluh. Kali ini, pria tersebut meminta kepada Allah agar kembali mendapatkan bungkusan uang seperti hari sebelumnya.

Dia berharap pemberian serupa bisa meringankan hidupnya yang susah. Pria itu bahkan merasa nasibnya akan semakin sengsara jika tidak mendapat uang lagi.

Abu Hanifah yang mendengar keluhan tersebut kembali melemparkan bungkusan berisi uang melalui jendela. Di dalamnya, terdapat secarik kertas berisi nasihat yang berbeda dari pesan sebelumnya.

Dalam surat itu, Abu Hanifah mengingatkan bahwa berdoa bukan berarti hanya menunggu pemberian tanpa mau berusaha. Sikap pria itu dinilai malas karena terus berharap mendapat uang tanpa berusaha mengubah nasibnya.

Pesan itu mengingatkan bahwa hidup yang lebih baik perlu diusahakan dengan bekerja, mencari nafkah halal, dan berdoa kepada Allah.

Abu Hanifah juga mendoakan agar pria itu segera mendapat pekerjaan dan mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

Setelah membaca pesan kedua, pria itu terdiam. Dia mulai menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu malas untuk berikhtiar dan hanya mengandalkan bantuan yang datang kepadanya.

Keesokan harinya, dia memutuskan keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Sejak saat itu, sikapnya berubah. Dia mulai berusaha memperbaiki kehidupannya dan tidak lagi melupakan nasihat yang diterimanya.

Wallahu a'lam.



(inf/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads