Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momentum penting bagi umat Islam. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT menjadi rasul penutup untuk membawa petunjuk dan menumpas kemusyrikan di muka bumi.
Berikut adalah kisah dan keajaiban yang terjadi pada waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah dari Bani Hasyim dan Aminah dari Bani Zuhrah. Beliau lahir dalam keadaan yatim lantaran ayahnya telah meninggal sejak beliau masih di dalam kandungan ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Rasulullah SAW lahir, terdapat cahaya yang keluar dari tubuh sang ibunda, menyinari istana-istana di Syam. Peristiwa ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa'd bahwa Aminah berkata,
"Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di Syam."
Mengenai keajaiban yang dialami ibunda Rasulullah SAW, Ibnu Rajab, sebagaimana disebutkan dalam buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 1 oleh Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, berkata,
"Keluarnya cahaya pada saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan merupakan isyarat bahwa kelak terdapat cahaya yang dengannya penduduk bumi mendapatkan petunjuk dan gelapnya kemusyrikan pun akan sirna."
Allah SWT berfirman,
"Wahai Ahli Kitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci yang jelas. Dengannya (kitab suci) Allah SWT menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus." (QS. Al-Ma'idah: 15-16)
Keajaiban Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Tertulis dalam catatan sejarah yang dihimpun para ulama sirah, terdapat sejumlah peristiwa yang dalam sebagian literatur sirah dikisahkan berkaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW. Pertama, kisah bergetar dan runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra di Persia pada malam kelahiran Rasulullah SAW, yang kemudian menjadi titik awal runtuhnya dinasti Persia.
Kedua, padamnya api yang biasanya disembah orang-orang Majusi di Persia. Api ini yang telah menyala selama lebih dari seribu tahun tanpa pernah padam sekalipun untuk disembah dikisahkan padam pada malam kelahiran Rasulullah SAW.
Ketiga, terjadinya fenomena tanah amblas yang menyebabkan runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah.
Waktu Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Berikut adalah waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri:
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, yang bersumber dari hadis sahih riwayat Imam Muslim. Ketika ditanya mengenai puasa hari Senin, Rasulullah SAW bersabda:
"Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Muslim)
Nabi Muhammad SAW lahir pada bulan ketiga dalam kalender Hijriah, yakni pada tanggal 12 bulan Rabiulawal. Berdasarkan penelitian ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfuri dan peneliti astronomi Mahmud Basya, kelahiran Rasulullah bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April.
Rasulullah SAW lahir pada Tahun Gajah. Disebut tahun Gajah karena pada masa itu, Kota Makkah diserang oleh pasukan bergajah di bawah pimpinan Raja Abrahah dari Yaman yang berusaha meruntuhkan Ka'bah. Penelitian ulama dan ahli astronomi mengatakan bahwa tahun kelahiran Rasulullah SAW bertepatan dengan tahun 571 M.
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
Mengapa Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam?
Ramai Isu Larangan Hijab di Unhan, Ini Klarifikasi Kemhan
Makna Gunung Meletus dalam Islam, Benarkah Tanda Murka Allah?