Kisah Sumur Ha Milik Abu Thalhah Jadi Sedekah Harta Terbaik

Kisah Sumur Ha Milik Abu Thalhah Jadi Sedekah Harta Terbaik

Tia Kamilla - detikHikmah
Sabtu, 11 Apr 2026 05:00 WIB
Ilustrasi kakek Nabi Muhammad SAW menggali sumur zamzam yang tertimbun patung Quraisy.
Ilustrasi Sumur Ha milik Abu Thalhah. Foto: Getty Images/iStockphoto/erdre
Jakarta -

Kisah Sumur Ha milik Abu Thalhah menjadi teladan untuk setiap muslim. Kisah ini menunjukkan contoh sedekah terbaik dalam Islam.

Sumur tersebut adalah harta yang paling disayang oleh Abu Thalhah. Namun, ia justru memberikannya di jalan Allah SWT. Berikut adalah kisah selengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Sumur Ha Milik Abu Thalhah

Dikatakan dalam Buku Pintar Sejarah & Peradaban Islam karya Salamah Muhammad Al Harafi, Sumur Ha atau Bi'r Ha adalah sebuah sumur yang berada di area kebun di sekitar Madinah. Awalnya, sumur ini milik Abu Thalhah al-Ansari, lalu disedekahkan kepada Rasulullah SAW.

Abu Thalhah adalah sahabat Rasulullah SAW yang dikenal kaya dan suka bersedekah. Ia berasal dari kaum Anshar dan dikenal sebagai pribadi yang taat, berani, dan sangat mencintai Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Mengutip buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram karya Mansya Aji Putra, Sumur Ha merupakan salah satu dari tujuh sumur tempat Rasulullah SAW pernah berwudhu, mandi, bahkan meminum airnya. Sumur Ha berada di sebelah utara Masjid Nabawi, tepatnya di dalam kebun Abu Thalhah al-Anshari, dan belum lama ini bekasnya masih ada.

Pada 1994, sumur ini masuk ke dalam proyek perluasan Saudi kedua. Persisnya sekarang berada pada beberapa meter sebelah kiri pintu masuk Bab Malik Fahd nomor 21.

Dalam sebuah riwayat dari Anas dikatakan Abu Thalhah adalah salah seorang dari Anshar di Madinah yang paling banyak kebunnya, dan harta kebun yang paling banyak dicintainya ialah Bir Ha atau Sumur Ha, yaitu berada di kiblat masjid, di mana Rasulullah SAW masuk ke dalam kebun dan minum dari airnya dan ketika turun ayat surah Ali Imran ayat 92,

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Artinya: "Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya."

Abu Thalhah bangkit dan berkata, "Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya Allah berfirman, 'Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai,' dan bahwasannya hartaku yang paling aku cintai adalah Bir Ha. Aku sedekahkan untuk Allah dengan mengharap kebajikan darinya serta sebagai simpanan bagiku di sisi-Nya. Maka putuskanlah wahai Rasulullah SAW sebagaimana Allah memperlihatkannya kepadamu."

Lalu, Rasulullah SAW pun menjawab dengan sabdanya, "Baik, itulah harta yang menguntungkan, itulah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan tadi, dan menurutku engkau jadikan sumur itu untuk orang-orang terdekat."

Kemudian, Abu Thalhah pun segera menimpali, "Akan aku lakukan wahai Rasulullah SAW." (HR Bukhari)

Kisah Sumur Ha milik Abu Thalhah menjadi contoh nyata bahwa sedekah yang paling utama adalah dari harta yang paling dicintai. Kisah ini juga mengajarkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan keutamaan berinfak di jalan Allah SWT.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads