Islam tidak hanya mencatat sejarah peperangan pada masa lalu saja, tetapi juga perang di masa depan yang menjadi tanda akan terjadinya hari kiamat. Dalam Islam, peristiwa ini dikenal dengan nama Malhamah Al-Kubra.
Dalam perang ini pasukan Muslimin akan meraih kemenangan, yang kemudian dilanjut dengan perebutan wilayah Konstantinopel. Perebutan wilayah tersebut akan menjadi tanda munculnya Dajjal di muka bumi. Lantas, seperti apa kisah selengkapnya? Simak penjelasannya berikut ini.
Kisah Perang Akhir Zaman (Malhamah Al-Kubra)
Dinukil dari buku Kiamat Sudah Dekat? karya Muhammad al-'Areifi, Rasulullah SAW telah mengabarkan, bahwa salah satu tanda kiamat adalah terjadinya perang dahsyat antara kaum Muslimin melawan kaum Nasrani. Perang ini akan terjadi sebelum kemunculan Imam Mahdi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah SAW menamakan perang ini dengan sebutan al-Malhamah al-Kubra. Dalam perang ini, kaum Muslimin akan meraih kemenangan, setelah itu mereka akan bergerak ke Konstantinopel untuk merebutnya, kemudian Dajjal muncul.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits, Mu'adz ibn Jabal RA menuturkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ramainya Baitul Maqdis adalah isyarat kehancuran Yatsrib. Kehancuran Yatsrib adalah isyarat pecahnya perang besar (al-Malhamah). Pecahnya perang besar (al-Malhamah) adalah tanda penaklukan Konstantinopel. Sedangkan penaklukan Konstantinopel adalah tanda kemunculan Dajjal. " (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Dalam kitab Shahih Muslim, rincian perang ini disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hari kiamat belum akan terjadi sampai bangsa Romawi tiba di daerah al-A'maq, atau Dabiq (nama wilayah di dekat kota Halab, Syam. Di sinilah perang besar akan terjadi).
Lalu, satu pasukan kaum Muslimin keluar dari kota Damaskus untuk menghadapinya. Pasukan ini terdiri dari orang-orang terbaik dari negeri-negeri pilihan. Ketika kedua kubu pasukan sudah berhadapan, bangsa Romawi berkata, 'Biarkan kami bertempur melawan orang-orang kami yang pernah kalian tawan'.
Pernyataan di atas menunjukkan bahwa sebelumnya pernah terjadi beberapa kali pertempuran antara kaum Muslimin melawan bangsa Romawi. Kaum Muslimin selalu memenangi perang-perang tersebut dan menawan beberapa orang dari mereka, yang kemudian masuk Islam dan menjadi mujahid.
Kaum Muslimin menjawab, 'Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian membunuh saudara kami.'
Akhirnya pertempuran terjadi. Sepertiga pasukan kaum Muslimin kalah dan mundur. Allah tidak menerima taubat mereka selamanya. Lalu, sepertiga pasukan berikutnya terbunuh. Mereka adalah pasukan syuhada terbaik di sisi Allah SWT. Kemudian, sepertiga pasukan terakhir berhasil meraih kemenangan dan mendapat harta rampasan perang.
Mereka tidak terima malapetaka selamanya. Lalu pasukan ini menaklukkan Konstantinopel. Ketika mereka sedang berbagi harta rampasan perang, dan mereka gantungkan pedang-pedang mereka pada ranting-ranting pohon zaitun, tiba-tiba setan berteriak kepada mereka, 'Sesungguhnya Dajjal sudah berada di tengah-tengah keluarga kalian.'
Mendengar teriakan itu, mereka pun bergerak lagi (untuk menghadapi Dajjal). Namun, apa yang disampaikan setan itu adalah satu kebohongan besar yang batil. Sebab, setelah mereka sampai di Syam, barulah Dajjal keluar." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan, "Ketika pasukan kaum Muslimin bersiap-siap untuk memerangi Dajjal setelah menaklukkan bangsa Romawi dan belum sempat membagikan harta pampasan perang, kemudian mereka merapatkan barisan (shaf) untuk mendirikan shalat, turunlah Isa ibn Maryam. " (HR Muslim)
Wallahu A'lam.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim
Menag Yakin LPDU Himpun Rp 1.000 T per Tahun, dari Mana Sumbernya?