Kisah Keberanian Al-Barra' bin Malik di Kebun Maut

Kisah Keberanian Al-Barra' bin Malik di Kebun Maut

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 19 Jan 2026 06:30 WIB
Kisah Keberanian Al-Barra bin Malik di Kebun Maut
Ilustrasi Al-Barra' bin Malik (Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat)
Jakarta -

Al-Barra' bin Malik, atau sering disebut Barra bin Malik, adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan keberaniannya yang luar biasa. Ia wafat sebagai syahid pada 20 Hijriah (sekitar 641 Masehi) dalam penaklukan Persia.

Al-Barra' bin Malik berasal dari suku Bani Khazraj, cabang Anshar yang mulia di Madinah. Ia adalah saudara kandung Anas bin Malik, pelayan setia Rasulullah SAW, dengan ibu yang sama yaitu Ummu Sulaim binti Milhan, seorang wanita salihah.

Sejak muda, Al-Barra' selalu mendampingi Nabi Muhammad SAW dalam berbagai peperangan setelah Perang Badar. Ia turut serta dalam Baiat Ridwan dan banyak pertempuran lainnya, menunjukkan keteguhan iman sejak masa dakwah awal di Madinah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun penampilannya kurus dan sederhana, tidak menarik perhatian banyak orang, Al-Barra' memiliki hati yang penuh kekuatan dan keberanian legendaris. Ia dikenal memiliki suara merdu dan selalu rindu mati syahid untuk bertemu Rasulullah SAW.

Kisah hidup Al-Barra' bin Malik menjadi teladan abadi bagi umat Islam tentang bagaimana keimanan sejati mampu melahirkan kepahlawanan sejati. Meski wafat di usia relatif muda, warisannya terus dikenang sebagai salah satu sahabat terbaik generasi awal Islam.

ADVERTISEMENT

Kisah Al-Barra' bin Malik dalam Perang Yamamah

Dikisahkan dalam buku Sirah 65 Sahabat Rasulullah oleh Abdurrahman Ra'fat Al-Basya, Perang Yamamah merupakan pertempuran besar pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk menumpas Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi palsu.

Al-Barra' bin Malik, sahabat Nabi yang pemberani dari kalangan Anshar, menjadi kunci kepahlawanan dalam perang ini.

Ketika pertempuran semakin sengit dan pasukan Muslim mulai terdesak, panglima Khalid bin Walid berpaling kepada Al-Barra'. Ia berseru, "Wahai Al-Barra', kerahkan kaum Anshar!"

Al-Barra' segera merespons dengan berteriak kepada kaumnya untuk membangkitkan semangat. Ia berseru, "Wahai kaum Anshar, kalian jangan berpikir kembali ke Madinah! Tidak ada lagi Madinah setelah hari ini. Ingatlah Allah, ingatlah surga!"

Dengan seruan itu, Al-Barra' maju seperti singa mengamuk, menebas musuh dengan pedangnya. Kaum Anshar pun mengikuti, membuat barisan Musailamah goyah dan mundur.

Melihat prajuritnya berguguran, Musailamah dan pengikutnya menjadi gentar. Mereka lari tunggang-langgang berlindung di sebuah kebun berkubu tinggi yang kemudian dikenal sebagai Kebun Maut.

Kebun Maut memiliki pagar kokoh dan gerbang terkunci rapat-rapat dari dalam. Dari atas tembok, pasukan Musailamah menghujani panah ke arah kaum Muslimin yang mencoba mendekat.

Kaum Muslimin sempat kebingungan menghadapi benteng sulit ditembus itu. Saat itulah Al-Barra', dengan tubuh kurus kerempengnya, muncul dengan ide nekad yang mengubah jalannya pertempuran.

Al-Barra' berteriak kepada rekan-rekannya, "Angkat tubuhku dengan perisai dan galah, lindungi dari panah musuh. Lalu lemparkan aku ke dalam benteng, biarkan aku syahid untuk membuka gerbang bagi kalian."

Pasukan Muslim segera melaksanakan, mengangkat Al-Barra' di atas perisai dengan tombak. Mereka melemparkannya melewati tembok tinggi hingga mendarat di dalam Kebun Maut.

Begitu mendarat, Al-Barra' langsung bertarung sendirian melawan penjaga musuh. Ia membunuh puluhan prajurit sebelum berhasil membuka gerbang dari dalam meski tubuhnya tertusuk berkali-kali.

Kaum Muslimin membanjiri masuk ke kebun, menebas ribuan murtad hingga lebih dari 20.000 tewas. Musailamah Al-Kadzdzab akhirnya terbunuh, menandai kemenangan gemilang pasukan Islam.

Meski menderita lebih dari 80 luka tusuk dan sayat, Al-Barra' selamat dan dirawat hingga sembuh. Keberaniannya menjadi penentu kemenangan, meski ia sendiri merindukan syahid yang belum diraih di Kebun Maut itu.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads