Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, sebagai satu-satunya Zat yang mendatangkan segala bentuk nikmat dan anugerah.
Dalam mengucap rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan anugerah yang telah diberikan, umat Islam biasanya mengucap kalimat tahmid (Alhamdulillah). Namun sebenarnya, banyak cara bagi seorang hamba untuk memanjatkan rasa terima kasih kepada Allah SWT, salah satunya dengan bersujud syukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak ulasan singkat mengenai sujud syukur, bacaan, rukun, dan tata caranya berikut ini.
Dalil Sujud Syukur
Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai ucapan terima kasih kepada Allah SWT. Menukil buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasulullah karya Hasan Ayub, sujud syukur disandarkan pada hadits dari Abu Bakrah, ia berkata, "Bila ada sesuatu yang menggembirakan, Rasulullah SAW tersungkur sujud seraya bersyukur pada Allah SWT." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)
Imam Baghawi dalam Syarh as-Sunnah menyebut sujud syukur dilakukan ketika seseorang mendapat nikmat yang telah lama dinanti atau terhindar dari suatu musibah. Selain itu, sujud syukur juga dapat dilakukan saat melihat orang lain tertimpa musibah atau berbuat maksiat.
Ketika melihat orang yang tertimpa musibah, sujud syukur hendaknya dilakukan secara tersembunyi. Sementara itu, sujud syukur dapat ditampakkan saat melihat orang berbuat maksiat sebagai dorongan agar bertobat.
Sujud syukur juga dapat dilakukan ketika mendengar berita baik.
"Bahwa Ali RA, ketika menulis surat kepada Nabi SAW untuk memberitahukan masuk Islamnya suku Hamdzan, beliau sujud dan setelah mengangkat kepalanya kemudian bersabda, "Selamat sejahtera atas suku Hamdzan! Selamat sejahtera atas suku Hamdzan!" (HR Baihaqi)
Bacaan Sujud Syukur Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
Dijelaskan dalam buku Fikih yang disusun oleh Zainal Mutaqqin dan Amir Abyan, sujud syukur dapat dilakukan dengan melafalkan bacaan yang sama dengan sujud tilawah. Berikut adalah bacaan sujud syukur lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ.
Arab-latin: Sajada wajhiya lilladzī khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bi hawlihi wa quwwatihi fatabārakallāhu ahsanal khāliqīn.
Artinya: "Aku sujud kepada Tuhan yang telah menciptakanku dan membukakan pendengaranku serta penglihatanku dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baiknya pencipta."
Bisa juga menggunakan bacaan sujud dalam salat.
Rukun dan Tata Cara Sujud Syukur
Disebutkan dalam buku Materi Fikih SD/SMP/SMA yang disusun oleh Dodi Irawan dan Nyimas Yunierti Prihatin, berikut rukun dan tata cara pelaksanaan sujud syukur.
- Berdiri menghadap kiblat. Namun, Ibnu Taimiyyah tidak mewajibkannya karena sujud syukur berbeda dengan sujud dalam salat.
- Membaca niat, dengan bacaan, "Saya berniat melakukan sujud syukur karena Allah ta'ala".
- Takbir. Imam Syafi'i berpendapat gerakan ini merupakan takbir pertama setelah takbir untuk sujud dan bangun dari sujud.
- Sujud satu kali dan membaca doa.
- Salam. Namun, mazhab Syafi'i berpendapat sujud syukur dilakukan tanpa salam.
