Arab Saudi menempati peringkat ke-22 dari 147 negara dalam World Happiness Report 2026. Laporan yang diterbitkan oleh Wellbeing Research Centre di Universitas Oxford bersama Gallup dan UN Sustainable Development Solutions Network tersebut memberi Arab Saudi skor evaluasi kehidupan sebesar 6,817 dari 10.
Dilansir dari kantor berita resmi Kerajaan Arab Saudi (SPA), laporan ini mengukur kebahagiaan berdasarkan enam faktor, yakni pendapatan, dukungan sosial, kesehatan, kebebasan memilih, kemurahan hati, dan tingkat korupsi yang dirasakan masyarakat.
Di luar hasil laporan tersebut, survei Global Happiness 2020 yang dilakukan perusahaan riset asal Prancis, Ipsos, menemukan bahwa agama menjadi sumber kebahagiaan terbesar bagi responden di Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam survei itu, Arab Saudi menempati peringkat ketiga negara paling bahagia di dunia, setelah China dan Belanda.
Dilansir dari Al Arabiya English, sebanyak 80% responden di Arab Saudi mengaku sangat bahagia atau cukup bahagia. Angka ini berada di bawah China yang mencapai 93% dan Belanda sebesar 87%.
Ketika ditanya tentang hal yang paling membuat mereka bahagia, warga Arab Saudi paling banyak menyebut agama. Kesehatan dan kondisi fisik berada di urutan berikutnya, disusul rasa aman dan hubungan dengan anak-anak.
Sementara itu, responden dari 27 negara yang disurvei secara umum menempatkan kesehatan sebagai sumber kebahagiaan utama. Hubungan dengan pasangan dan anak-anak menyusul di urutan berikutnya.
Arab Saudi Catat Persentase Warga Dewasa Sangat Bahagia Tertinggi
Survei Ipsos juga menunjukkan bahwa Arab Saudi memiliki persentase orang dewasa yang mengaku sangat bahagia paling tinggi di antara 27 negara yang diteliti. Angkanya mencapai 30%, disusul India sebesar 22% dan Belanda 20%.
Survei ini dilakukan pada 24 Juli hingga 7 Agustus 2020, saat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Ipsos mengumpulkan jawaban dari lebih dari 1.000 orang dewasa di setiap negara melalui survei daring.
Berikut 10 negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi dalam survei tersebut:
- China: 93%
- Belanda: 87%
- Arab Saudi: 80%
- Prancis: 78%
- Kanada: 78%
- Australia: 77%
- Inggris: 76%
- Swedia: 74%
- Jerman: 73%
- Belgia: 71%
Amerika Serikat berada di peringkat ke-11 dengan angka 70%. Adapun Turki menjadi satu-satunya negara Timur Tengah lain yang masuk dalam survei, dengan posisi ke-17.
Di urutan terbawah pada survei tersebut, Peru mencatat angka 32%, Chile 35%, dan Spanyol 38%.
