Ciri-ciri Teman yang Membawa Keburukan Menurut Islam

Ciri-ciri Teman yang Membawa Keburukan Menurut Islam

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 25 Okt 2026 09:00 WIB
Ilustrasi Menantu dan Mertua Muslim
ilustrasi teman buruk Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Dalam Islam, muslim dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat mengajak kepada kebaikan. Untuk itu kita dianjurkan berteman dengan sosok yang membawa pada kebaikan.

Dalam kehidupan bersosial, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa menjalin pertemanan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 13,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

ADVERTISEMENT

Merujuk buku Sahabat Sejati Sahabat Surga: Teman Boleh Banyak, Tapi Sahabat Sejati Bisa Dihitung Jari karya Rizem Aizid, pertemanan sesama muslim itu tidak dibedakan berdasarkan status sosialnya; kaya-miskin, tampan-jelek, tinggi-pendek, dan lain-lain. Namun, yang membedakan teman yang baik dan buruk dalam Islam hanyalah keimanannya.

Seorang muslim dianjurkan untuk menjalin persahabatan dengan orang-orang yang menjaga keimanannya dan mendorong dirinya untuk melakukan kebaikan. Teman yang saleh dapat membantu mengingatkan ketika lalai, menguatkan saat menghadapi kesulitan, serta membimbing menuju jalan yang diridai Allah SWT.

Sebaliknya, pertemanan yang terus-menerus mendorong seseorang menjauhi ajaran agama perlu diwaspadai. Sebab, lingkungan pergaulan dapat memengaruhi perilaku dan pilihan hidup seseorang, termasuk dalam urusan akhirat.

Nabi SAW pernah bersabda tentang pengaruh teman bagi keimanan:

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap." (HR Bukhari dan Muslim).

Ciri Teman yang Membawa Keburukan

Berikut beberapa ciri-ciri teman yang membawa keburukan menurut Islam.

1. Mengajak Melakukan Perbuatan Maksiat

Salah satu ciri teman yang membawa pengaruh buruk adalah kebiasaannya mengajak orang lain melakukan perbuatan yang dilarang agama. Ajakan tersebut bisa berupa berbohong, menipu, mengonsumsi sesuatu yang haram, atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ma'idah ayat 2,

...وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ...

Artinya: "...Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..." (QS Al-Ma'idah: 2)

2. Membuat Lalai terhadap Kewajiban Agama

Teman yang membawa pengaruh buruk juga dapat dikenali dari kebiasaannya mengajak melakukan sesuatu hingga membuat kita mengabaikan kewajiban. Misalnya, terus-menerus mengajak melakukan kegiatan yang menyebabkan salat ditinggalkan atau mendorong perilaku yang menjauhkan diri dari ibadah.

Bersosialisasi dan menikmati waktu bersama teman tentu diperbolehkan. Akan tetapi, hubungan pertemanan tidak semestinya membuat seseorang mengesampingkan kewajiban kepada Allah SWT.

3. Sering Mengajak Berbohong dan Berbuat Curang

Teman yang terbiasa mengajak berbohong, memanipulasi keadaan, menipu orang lain, atau melakukan kecurangan dapat memberikan pengaruh buruk apabila perilaku tersebut terus diikuti.

Dalam hadits Rasulullah bersabda, "Pelanggaran kepercayaan terbesar adalah kamu mengatakan sesuatu kepada saudaramu yang percaya itu benar, padahal kamu telah berbohong kepadanya." (HR Abu Dawud)

4. Suka Menggunjing dan Menjelek-jelekkan Orang Lain

Kebiasaan membicarakan keburukan orang lain juga perlu diwaspadai. Ketika pertemanan dipenuhi gunjingan, penghinaan, dan upaya menjatuhkan orang lain, seseorang dapat terbiasa menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Padahal, Allah SWT melarang hamba-Nya menggunjing sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Hujurat ayat 12,

...وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضً...

Artinya: "...Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain..." (QS Al-Hujurat: 12)

5. Tidak Mengingatkan Ketika Kita Berbuat Salah

Teman yang baik bukan berarti orang yang selalu membenarkan segala tindakan kita. Justru, ia bersedia mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan, meskipun nasihat tersebut terkadang terasa tidak menyenangkan.

Sahabat Rasulullah, Umar bin Khathab RA berkata:

"Tidak ada kebaikan pada kaum yang tidak saling menasihati, dan tidak ada kebaikan pula pada kaum yang tidak mencintai nasihat."

Dan dari Abu Darda RA, beliau berkata:

"Bila salah seorang temanmu berubah dan berbuat dosa, maka janganlah meninggalkannya dan membuangnya, tapi nasihatilah dengan nasihat yang terbaik, dan bersabarlah karena saudaramu itu terkadang bengkok dan terkadang lurus."



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads