Dalam interaksi sehari-hari umat muslim, kalimat-kalimat tayyibah kerap terucap sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa. Salah satu ungkapan yang makin populer di media sosial maupun percakapan langsung adalah kalimat Allahumma baarik.
Meski sering didengar saat seseorang melihat hal yang mengagumkan atau memberi ucapan selamat, masih banyak yang belum memahami makna mendalam di balik ungkapan ini serta cara penggunaannya yang tepat.
Allahumma Barik Artinya Apa?
Secara bahasa, kalimat Allahumma Barik berasal dari bahasa Arab yang berarti "Ya Allah, berkahilah." Kalimat ini digunakan untuk memohon keberkahan kepada Allah SWT atas suatu hal, baik berupa kelapangan rezeki, kesehatan, capaian prestasi, maupun nikmat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penulisannya dalam bahasa Arab adalah:
اللّهُـمَّ بارِكْ
Allaahumma barik
Artinya: "Ya Allah, berkahilah."
Kapan Mengucapkan Allahumma Barik?
Agar sesuai dengan kaidah bahasa Arab, ucapan Allahumma barik dapat ditambahkan kata ganti (dhomir) sesuai dengan siapa yang didoakan:
- Allahumma barik lahu: "Ya Allah, berkahilah baginya (laki-laki)."
- Allahumma barik lahaa: "Ya Allah, berkahilah baginya (perempuan)."
- Allahumma barik lahum: "Ya Allah, berkahilah bagi mereka."
- Allahumma barik fiika / fiikum: "Ya Allah, berkahilah dirimu / kalian."
Waktu yang sangat dianjurkan untuk melafalkan ucapan Allahumma Barik adalah saat menghadiri pernikahan, menyambut kelahiran buah hati teman, melihat rumah atau kendaraan baru kerabat, hingga ketika menyaksikan keberhasilan bisnis seseorang.
Makna Berkah dalam Islam
Mengutip penjelasan dalam buku Bisnis dalam Perspektif Islam karya Aep Syaeful Millah, kata berkah secara etimologi berasal dari bahasa Arab barokah yang bermakna nikmat. Bentuk kata seakar lainnya meliputi mubarak dan tabaruk.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berkah diartikan sebagai "karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia". Adapun menurut istilah para ulama, berkah diartikan sebagai ziyadatul khair, yakni bertambahnya nilai-nilai kebaikan.
Keberkahan itu sendiri mencakup hal yang luas dan melimpah, baik bersifat benda maupun spiritual, seperti ketenteraman hati, kesehatan, keselamatan, keturunan yang saleh, umur panjang, serta harta yang halal.
Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menguraikan bahwa berkah mengandung dua hakikat utama, yaitu bertambah, tumbuh, atau berkembang, dan kebaikan yang terus berkesinambungan dan abadi.
Oleh karena itu, ketika seseorang mendoakan Allahumma baarik, ia bukan sekadar memuji keindahan nikmat tersebut, melainkan memohon agar nikmat yang tampak senantiasa bertambah kebaikannya dan membawa keselamatan dunia akhirat.
Perbedaan Allahumma Barik dan Barakallahu Fiik
Sering kali orang tertukar antara penggunaan kalimat Allahumma baarik dengan Baarakallaahu fiik. Keduanya memang sama-sama berisi permohonan berkah, namun memiliki titik penekanan yang sedikit berbeda:
Allahumma Barik
Merupakan doa permohonan langsung kepada Allah SWT (munajat) agar melimpahkan berkah pada suatu nikmat, barang, anak, atau pencapaian tertentu. Kalimat ini sangat dianjurkan saat melihat sesuatu yang membuat kagum agar terhindar dari penyakit 'ain (pandangan takjub atau iri yang membawa bahaya).
Barakallahu Fiik
Merujuk pada buku Doa Mustajab untuk Muslimah karya Wira Kautsari Wijayanti, ungkapan barakallah merupakan bentuk ucapan selamat yang ditujukan langsung kepada orang lain atas nikmat yang didapat. Ungkapan ini juga berfungsi sebagai doa harapan baik, rasa terima kasih, atau balasan santun bagi orang yang mengucapkan Jazakallahu khairan.
Wallahu a'lam.
(inf/inf)
