Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan pernyataan mengejutkan. Lembaga ini mengklaim sebagai satu-satunya lembaga keuangan Syariah di dunia yang mampu memberikan imbal hasil (return) hingga tiga kali lipat bagi para jemaah haji.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, dalam rangkaian agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan Mudzakarah Nasional Perhajian III LPHU PP Muhammadiyah di Hotel Gren Alia Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
"BPKH adalah satu-satunya lembaga keuangan Islam di dunia ini yang bisa memberikan return 3 kali lipat," ujar Fadlul, dikutip dari Instagram BPKH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadlul menjelaskan bahwa prioritas utama BPKH saat ini adalah mengoptimalkan nilai manfaat dana haji. Hasil dari optimalisasi nilai manfaat tersebut disalurkan kembali untuk menjaga kualitas pelayanan serta menopang biaya ibadah haji, baik bagi jemaah yang berangkat maupun yang masih berada di dalam daftar tunggu.
Langkah ini juga dinilai sangat krusial dalam menjaga keterjangkauan biaya haji bagi masyarakat, terlebih saat ini terdapat subsidi pemerintah sekitar Rp 3,2 juta agar kenaikan BPIH tidak membebani calon jemaah.
"Sebenarnya yang nomor satu harusnya adalah optimalisasi nilai manfaat. Bagaimana supaya nilai manfaatnya meningkat. Karena kalau udah optimal nilai manfaatnya, baru kualitasnya bisa terjaga," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPKH menegaskan komitmennya untuk terus bergandengan tangan dengan Ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan berbagai lembaga keumatan lainnya. Sinergi ini dibangun demi mewujudkan tata kelola dana haji serta dana abadi umat yang transparan, profesional, dan amanah.
Acara Rakernas III dan Mudzakarah Nasional Perhajian III yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah ini berlangsung pada 23-25 Oktober 2026. Mengusung tema "Penguatan Ekosistem dan Kelembagaan untuk Optimalisasi Pelayanan Perhajian", agenda ini dibuka langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim.
Melalui forum ini, Muhammadiyah bersama BPKH dan pemangku kepentingan lainnya berupaya merancang proyeksi pelayanan haji yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik, sekaligus memperkuat konsolidasi potensi ekonomi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) menjelang musim haji mendatang.
