Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli, MUI Ajak Diskusi Tokoh Lintas Budaya

Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli, MUI Ajak Diskusi Tokoh Lintas Budaya

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 22 Okt 2026 17:14 WIB
MUI bersama pimpinan ormas Islam hingga tokoh lintas agama berdiskusi membahas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia, di Gedung Pusat MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
MUI bersama pimpinan ormas Islam hingga tokoh lintas agama berdiskusi membahas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia, di Gedung Pusat MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).Foto: Devi Setya/detikcom
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas menolak rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Untuk membahas persoalan tersebut, MUI mengajak pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh lintas agama, seniman, dan budayawan berdiskusi.

Dalam berbagai kesempatan, MUI tegas menolak rencana konser musisi dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Penolakan tersebut didasarkan pada temuan MUI mengenai keterlibatan penyanyi tenor asal Italia itu dalam acara penggalangan dana yang disebut ditujukan untuk militer Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan pihaknya memperoleh data mengenai kehadiran Andrea Bocelli dalam konser bertajuk Friends of the Israel Defense Forces pada 2010. Menurut Sudarnoto, acara tersebut menggalang dana dalam jumlah besar dengan dukungan sejumlah perusahaan besar.

ADVERTISEMENT

"Dan itu didedikasikan untuk IDF (militer Israel)," kata Sudarnoto dalam forum diskusi yang digelar di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia menilai, keterlibatan tersebut menjadi persoalan mengingat rekam jejak militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) dalam konflik Palestina. Menurutnya, MUI memandang dukungan terhadap Israel dan pihak-pihak yang mendukungnya sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.

"Jadi ini tentu dalam istilah majelis ulama dia termasuk salah seorang yang ikut mendukung Israel, mendukung zionis, mendukung Israel haram dan juga haram mendukung pendukung Israel," ujarnya.

Dari sejumlah peserta diskusi, ada beberapa yang tegas menolak hadirnya Andrea Bocelli, namun ada juga yang menyuarakan dukungan untuknya.

"Tentu saja tadi sejumlah pembicara baik dari Islam maupun non-Islam sudah menyampaikan dan ada perspektif-perspektif yang memang berbeda tapi itu wajar saja. Seperti yang jelas sekali menyampaikan dukungan agar Bocelli tetap tampil di gelar ya dari Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)," beber Sudarnoto.

MUI Akan Sampaikan Masukan kepada Pemerintah

Sudarnoto mengatakan MUI akan tetap menyampaikan masukan kepada pemerintah terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Menurut dia, MUI akan terus menyuarakan sikapnya sekalipun pemerintah nantinya memutuskan untuk tetap memberikan izin penyelenggaraan konser.

"Tentu saja Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga keagamaan, lembaga ulama, kita tetap akan memberikan masukan kepada pemerintah. Kalaupun toh misalnya nanti pemerintah tetap mengijinkan. Ya kita tetap bersuara," kata Sudarnoto.

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan masukan yang disampaikan MUI sebelum mengambil keputusan terkait penyelenggaraan konser tersebut.

"MUI tidak akan pernah tidak bersuara kalau dalam soal itu. Kalau nggak mendengar ya itu urusan pemerintah. Tapi saya berharap pemerintah akan mendengar," tutup Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dalam kegiatan diskusi ini turut hadir lebih dari 40 perwakilan dari pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh lintas agama, seniman, dan budayawan yang masing-masing memberikan pendapat.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads