Kementerian Agama (Kemenag) merilis susunan acara atau rundown upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026. Upacara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di halaman Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta.
Berdasarkan rundown yang dirilis, upacara akan dimulai pukul 07.00 WIB dengan persiapan pasukan dan dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, menyanyikan Mars Hari Santri, hingga pembacaan Resolusi Jihad. Amanat inspektur upacara dan pembacaan Ikrar Santri juga masuk dalam susunan acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rundown Upacara Hari Santri 2026
Berikut jadwal dan susunan acara upacara Hari Santri 2026 di halaman Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta.
Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Tempat: Halaman Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta
Inspektur Upacara: Menteri Agama Nasaruddin Umar
Waktu: Mulai pukul 07.00 WIB
Rundown lengkap:
07.00-07.05 WIB Persiapan pasukan upacara
07.05-07.10 WIB Komandan upacara memasuki lapangan upacara
07.10-07.15 WIB Inspektur upacara tiba di tempat upacara
07.15-07.20 WIB Penghormatan umum dan laporan komandan upacara
07.20-07.30 WIB Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya
07.30-07.35 WIB Mengheningkan cipta
07.35-07.40 WIB Pembacaan teks Pancasila
07.40-07.45 WIB Pembacaan Pembukaan UUD 1945
07.45-07.50 WIB Menyanyikan Mars Hari Santri
07.50-07.55 WIB Pembacaan Resolusi Jihad
07.55-08.15 WIB Amanat inspektur upacara
08.15-08.20 WIB Pembacaan Ikrar Santri
08.20-08.25 WIB Pembacaan doa
08.25-08.30 WIB Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara
08.30-08.35 WIB Penghormatan kepada inspektur upacara
08.35-08.40 WIB Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara
08.40-08.45 WIB Upacara selesai dan pasukan dibubarkan
Pembacaan Resolusi Jihad Jadi Salah Satu Agenda
Salah satu agenda dalam upacara Hari Santri 2026 adalah pembacaan Resolusi Jihad pada pukul 07.50-07.55 WIB. Agenda ini mengingatkan kembali peran KH Hasyim Asy'ari dan para ulama dalam menggerakkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 menegaskan pentingnya perjuangan melawan upaya kembalinya penjajahan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Seruan tersebut turut membangkitkan semangat para santri dan masyarakat untuk terlibat dalam perjuangan bersenjata, termasuk dalam pertempuran Surabaya yang mencapai puncaknya pada 10 November 1945.
