Hadits Nabi tentang Oman yang Dikutip Raja Charles, Ini Maknanya

Hadits Nabi tentang Oman yang Dikutip Raja Charles, Ini Maknanya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Kamis, 22 Okt 2026 13:15 WIB
The Sultan of Oman, Sultan Haitham bin Tariq al Said, and Britains King Charles attend the state banquet for the Sultan of Oman, at Windsor Castle, in Windsor, Britain, October 20, 2026.    Jordan Pettitt/Pool via REUTERS
Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said dan Raja Inggris Charles III menghadiri jamuan kenegaraan di Kastil Windsor, Windsor, Inggris, Selasa (20/10/2026).. Foto: via REUTERS/Jordan Pettitt
Jakarta -

Raja Charles III mengutip hadits Nabi Muhammad SAW saat menjamu Sultan Oman Haitham bin Tariq di Kastil Windsor, Inggris. Hadits yang dibacakan dalam bahasa Arab itu berisi pujian Rasulullah SAW terhadap penduduk Oman.

Mengutip Anadolu Ajansı, Raja Charles menyampaikan hadits tersebut saat jamuan kenegaraan pada Selasa (20/10/2026) malam. Jamuan itu digelar dalam rangka kunjungan Sultan Haitham ke Inggris selama tiga hari.

Video Raja Charles saat melafalkan hadits dalam bahasa Arab kemudian ramai dibagikan di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidatonya, Raja Charles juga membahas hubungan panjang antara Inggris dan Oman. Ia memuji upaya Oman dalam mendekatkan berbagai pihak di tengah konflik dunia.

"Jarang ada simbol keberhasilan yang lebih membahagiakan daripada hubungan yang terus terjalin dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Raja Charles.

ADVERTISEMENT

Hadits Nabi tentang Penduduk Oman

Hadits yang dikutip Raja Charles merupakan riwayat dari Abu Barza yang menceritakan tentang seorang utusan Rasulullah SAW yang mendapat perlakuan kasar dari suatu suku Arab.

Berikut haditsnya sebagaimana dikutip dari buku Ringkasan Shahih Muslim karya Zaki Al-din 'abd Al-azhim Al-mundziri.

"Diriwayatkan dari Abu Barza bahwa Rasulullah SAW mengutus seseorang ke suatu suku di antara suku-suku Arab. Mereka mencelanya dan memukulinya. Dia datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan kepadanya (kisah kekejaman yang dilakukan terhadapnya oleh orang-orang suku itu). Kemudian beliau (Nabi yang Mulia) berkata, 'Jika kamu datang kepada orang-orang Oman, mereka tidak akan mencelamu dan tidak akan memukulimu.'" (HR Muslim)

Hadits ini memuji penduduk Oman karena sikap mereka yang ramah dan tidak menyakiti orang lain.

Hadits ini juga mengajarkan umat Islam untuk menjaga ucapan dan perbuatan saat berinteraksi dengan sesama. Setiap muslim hendaknya tidak menghina, merendahkan, atau menyakiti orang lain, baik melalui perkataan maupun tindakan.

Selain itu, hadits ini mengingatkan pentingnya memperlakukan tamu dengan baik. Sikap ramah dan santun dapat menjaga hubungan baik serta menciptakan suasana yang nyaman di tengah masyarakat.

Pujian Rasulullah SAW terhadap penduduk Oman juga sejalan dengan pesan dalam surah Al-Hujurat ayat 13,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."

Ayat ini menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh suku atau bangsanya, melainkan oleh ketakwaannya. Salah satu cerminan ketakwaan adalah akhlak yang baik, seperti tidak menghina, tidak menyakiti, dan menghormati orang lain.

Karena itu, hadits tentang penduduk Oman mengingatkan umat Islam untuk menjaga sikap kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang berbeda asal dan kebangsaan.



(inf/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads