Kementerian Agama (Kemenag) tengah menjajaki program pembelajaran bahasa Inggris gratis bagi generasi muda melalui masjid. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bahasa asing bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (14/10/2026), Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pendidikan.
"Kita memiliki lebih dari 800.000 masjid di Indonesia. Saya memiliki program di masa depan untuk meminta seluruh imam atau seluruh masjid di Indonesia membuka kursus bahasa Inggris gratis," ungkap Menag Nasaruddin Umar dalam acara kolaborasi pendidikan bersama British Council di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Menag, penguatan kemampuan bahasa asing perlu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Upaya tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui lembaga pendidikan formal, seperti madrasah, tetapi juga perlu diperluas melalui pusat-pusat kegiatan keagamaan.
Menag yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Imam Nasional ini menilai, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk meraih peluang pendidikan dan berinteraksi di tingkat internasional.
Gagasan kursus bahasa Inggris gratis melalui masjid menjadi bagian dari upaya pengembangan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Meski demikian, program tersebut masih berupa visi jangka panjang yang disampaikan Menag. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan, mekanisme penyelenggaraan, maupun tahapan penerapannya di masjid-masjid seluruh Indonesia.
Kolaborasi Kemenag dan Inggris di Bidang Pendidikan
Inisiatif penguatan kemampuan bahasa Inggris tersebut sejalan dengan Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris, khususnya dalam bidang masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.
Deputy Head of Mission British Embassy Jakarta Fiona Richie mengatakan, kerja sama pendidikan antara kedua negara merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
"Ini adalah visi lintas generasi yang dibangun di atas nilai-nilai bersama, rasa saling menghormati, dan keyakinan nyata akan potensi besar yang dapat digapai oleh kedua negara bersama-sama. Ini adalah tentang investasi pada manusia, bukan sekadar pada institusi," ujar Richie.
Sementara itu, Country Director for Indonesia and Director of Southeast Asia of the British Council Summer Xia menjelaskan, penguasaan bahasa menjadi salah satu faktor yang dapat membantu masyarakat Indonesia memanfaatkan peluang internasional, termasuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan, Kemenag dan Pemerintah Inggris berupaya memperkuat keterampilan bahasa serta pemahaman antarbudaya generasi muda Indonesia.
